SOLOBALAPAN.COM – Nama Lala Atila menjadi salah satu yang ditunggu dalam setiap pementasan Saleho Karya Budaya. Suara khas sinden muda asal Klaten itu menjadi bagian dari warna pertunjukan kesenian rakyat yang kini semakin dikenal melalui media sosial.
Lala Atila merupakan nama panggung Atila Puspa Mahesti. Perempuan kelahiran Klaten, 11 Agustus 2003, tersebut mulai menekuni dunia sinden sejak berusia 14 tahun. Dari satu panggung ke panggung lain, kemampuan vokalnya terus terasah hingga namanya dikenal di kalangan penikmat campursari dan tembang Jawa.
Bakat seni Lala Atila tumbuh dari keluarga. Sang ibu merupakan sinden, sedangkan ayahnya juga berkecimpung dalam seni tembang Jawa. Lingkungan tersebut membuat Lala akrab dengan dunia seni sejak usia muda.
Baca Juga: Saleho, Ketika Kesenian Rakyat Menjadi Trend di Sosial Media
Memasuki usia remaja, Lala mulai mengukir sejumlah prestasi di bidang seni, khususnya tembang dan lagu Jawa. Salah satu pengalaman yang turut mengawali perjalanannya adalah ketika dia menjadi juara lomba dongeng berbahasa Jawa.
Namanya kemudian semakin dikenal melalui berbagai penampilan campursari. Sejumlah video penampilannya diunggah kanal YouTube musik dangdut dan campursari, termasuk Ageng Music dan Kembar Music Digital.
Baca Juga: Chibi Maruko-chan Ternyata Relate Banget, dari Mager Belajar sampai Cari-Cari Alasan
Lala juga aktif mengunggah video cover melalui kanal YouTube miliknya. Sejumlah lagu Jawa populer pernah dibawakannya, seperti “Taman Jurug”, “Gang Dolly”, “Manut Dalane Gusti”, hingga “Top-topan” dan “Raiso Dadi Siji”.
Popularitas Lala semakin berkembang setelah membawakan lagu “Rasah Bali”. Kolaborasinya dengan penyanyi Niken Salindry juga turut memperluas jangkauan namanya di kalangan penikmat musik Jawa.
Kini, Lala Atila memiliki panggung lain yang membuat kehadirannya semakin dinanti, yakni bersama komunitas Saleho Karya Budaya. Sebagai salah satu sinden dalam komunitas tersebut, penampilannya menjadi bagian yang dinantikan para penggemar.
Baca Juga: “Witing Tresna Jalaran Saka Kulina”, Sering Chat Tiap Hari Bisa Bikin Baper
Bukan hanya suara khasnya, kehadiran Lala di atas panggung juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Di tengah popularitas Saleho Karya Budaya yang berkembang melalui media sosial, Lala Atila ikut menjadi salah satu wajah yang memperkuat daya tarik pertunjukan tersebut.
Dari panggung-panggung kecil sejak usia belasan tahun hingga menjadi sinden yang dinanti dalam pementasan Saleho, perjalanan Lala menunjukkan bagaimana tembang Jawa tetap memiliki ruang di tengah perubahan selera hiburan.
Suara sinden yang dulu akrab dengan panggung pertunjukan kini dapat menjangkau penonton jauh lebih luas melalui layar digital. Dan di antara suara-suara yang terus menjaga warna musik Jawa itu, Lala Atila menjadi salah satu nama yang kini semakin diperhitungkan. (adhima aulia)
Editor : Kabun Triyatno