SOLOBALAPAN.COM – DK SEVENTEEN sempat tak kuasa menahan tangis saat melakukan siaran langsung melalui Weverse pada Senin (7/9/2026), sehari sebelum dirinya menjalani wajib militer.
Momen tersebut kemudian membuat CARAT ikut emosional. Apalagi, DK memang sedang berada di penghujung aktivitasnya sebelum untuk sementara meninggalkan kegiatan sebagai idol. PLEDIS Entertainment sebelumnya mengumumkan bahwa DK dijadwalkan menjalani wajib militer sebagai tentara aktif pada 8 September 2026.
Namun, kalau melihat kembali percakapan DK dalam live tersebut, suasana haru yang dirasakannya ternyata bukan hanya soal harus berpisah dengan penggemar.
Ada satu momen keluarga yang membuat hari keberangkatannya terasa semakin campur aduk.
Baca Juga: KPop Demon Hunters Digugat, Kenapa Nama Bisa Jadi Masalah di Industri Hiburan?
Bukan Cuma Soal Berpisah dengan CARAT
Dalam siaran langsung bertajuk “캐럿 바라기” atau kurang lebih “CARAT yang selalu dipikirkan”, DK menghabiskan waktu bersama penggemar menjelang keberangkatannya. Live tersebut berlangsung pada 7 September, sehari sebelum ia mulai menjalani wajib militer.
Wajar jika topik soal wamil beberapa kali muncul. DK pun mengungkapkan perasaannya kepada CARAT dan sempat menangis ketika suasana menjadi semakin emosional.
Tetapi di tengah pembicaraan itu, DK juga membahas sesuatu yang sama sekali berbeda.
Bukan tentang kehidupan sebagai idol. Melainkan tentang keluarganya.
Baca Juga: BOYNEXTDOOR Comeback dengan HOME: DELUXE, Apa yang Bikin Boy Group Ini Begitu Relate dengan Gen Z?
Hari Keberangkatan DK Bertepatan dengan Kelahiran Keponakannya
DK bercerita bahwa kakak perempuannya sedang menantikan kelahiran bayi. Yang membuatnya semakin emosional, sang keponakan dijadwalkan lahir pada hari yang sama ketika dirinya harus berangkat menjalani pelatihan militer.
Dalam terjemahan bahasa Inggris dari ucapannya, DK mengatakan bahwa situasi tersebut terasa aneh baginya. Ia juga memikirkan bagaimana perasaan kakaknya yang sebentar lagi akan melahirkan.
DK kemudian berharap proses persalinan berjalan lancar dan bayi tersebut lahir dengan selamat serta sehat.
Di saat yang sama, ia juga memikirkan dirinya sendiri yang akan memasuki kehidupan baru sebagai tentara.
Ia berharap dapat berangkat dengan selamat, menjalani pelatihan dengan baik, dan bisa menjalankan tugasnya sebagai tentara dengan baik pula.
Jadi, bayangkan situasinya.
Pada satu sisi, DK sedang bersiap meninggalkan kehidupan sehari-harinya untuk menjalani wajib militer. Pada sisi lain, keluarganya justru sedang menantikan anggota baru.
Dua momen besar itu datang hampir bersamaan.
Satu Masuk Fase Baru, Satu Lagi Menyambut Kehidupan Baru
Mungkin itu yang membuat cerita di balik tangis DK terasa sedikit berbeda.
Kalau hanya melihat dari judul-judul pemberitaan, momen tersebut memang mudah dibaca sebagai tangisan seorang idol yang sedang berpamitan kepada penggemar sebelum wamil.
Dan tentu saja, perpisahan dengan CARAT memang menjadi salah satu bagian dari emosinya.
Namun, percakapan DK menunjukkan bahwa pikirannya saat itu juga sedang tertuju pada keluarga.
Ia bukan hanya akan meninggalkan rutinitas sebagai DK SEVENTEEN untuk sementara waktu. Pada hari yang sama, kakaknya juga akan melalui salah satu momen besar dalam hidupnya sebagai seorang ibu.
Sementara DK bersiap masuk pusat pelatihan, keluarganya bersiap menyambut kelahiran seorang bayi.
Agak bittersweet, ya.
DK Juga Minta CARAT Tidak Terlalu Khawatir
Sehari setelah live tersebut, DK benar-benar berangkat menjalani wajib militer. Pada 8 September, ia menulis pesan untuk CARAT melalui Weverse dan mengatakan bahwa akhirnya hari keberangkatannya tiba. Ia juga meminta penggemar untuk tetap menjaga kesehatan, makan dengan baik, dan berusaha menjalani hari dengan bahagia.
DK juga mengatakan bahwa dukungan CARAT akan membantunya melewati masa tersebut dan ia berharap dapat kembali dengan menjadi pribadi yang sedikit lebih berkembang.
Pesan itu terasa seperti kelanjutan dari suasana live sehari sebelumnya.
Alih-alih hanya melihat keberangkatan sebagai sebuah perpisahan, DK tampaknya sedang bersiap menghadapi sebuah fase baru dalam hidupnya.
Dan menariknya, fase baru itu datang bersamaan dengan fase baru bagi keluarganya. (Ina)
Editor : Inayah ChoirunisaSumber : Weverse, The Korea Times