Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Dino, Ini Picheolin! Cara Unik Member Termuda SEVENTEEN Debut Solo

t
Penulis: tim solobalapan❯
Dino Seventeen dengan Alter Egonya yaitu "Picheolin"
Dino Seventeen dengan Alter Egonya yaitu "Picheolin"(Instagram saythename_17)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM – Bagi kebanyakan idol K-pop, debut solo menjadi kesempatan untuk menampilkan sisi personal lewat koreografi, konsep visual, dan warna vokal yang lebih leluasa. Namun, Dino SEVENTEEN memilih jalur berbeda.

Idol yang dikenal sebagai anggota termuda SEVENTEEN itu tidak hadir sebagai Dino ketika merilis mini album solo pertamanya, Gilboard. Ia justru memperkenalkan alter ego bernama Picheolin, karakter yang dirancang untuk menampilkan sisi dirinya yang lebih santai, jenaka, dan nakal dibandingkan sosok yang selama ini dikenal penggemar di atas panggung.

Advertisement

SEVENTEEN telah bertahun-tahun membangun reputasi sebagai salah satu grup K-pop dengan penampilan live yang rapi, koreografi 13 anggota yang sangat sinkron, serta identitas grup yang kuat. Setiap anggota memiliki peran masing-masing, termasuk Dino yang dikenal berkat kemampuan menari, keterampilan teknis, dan penguasaan panggung.

Namun, struktur idol yang begitu terorganisasi juga membuat ruang eksplorasi seorang anggota menjadi lebih terbatas. Melalui Picheolin, Dino seolah menciptakan ruang baru untuk dirinya sendiri.

Advertisement

Karakter tersebut memungkinkan Dino mengeksplorasi penampilan yang lebih dekat dengan pengembangan karakter, komedi, dan penceritaan, tanpa meninggalkan musik sebagai fondasi utama.

Gilboard pun hadir bukan sebagai perubahan total dari sosok Dino yang selama ini dikenal penggemar. Sebaliknya, proyek tersebut menjadi perluasan dari identitasnya sebagai performer, dengan membawa nuansa retro Korea, humor, dan suasana yang lebih ringan serta komunal.

Picheolin dan Wajah Baru Idol K-pop

Picheolin bukan sekadar nama panggung. Karakter tersebut menjadi perangkat pertunjukan yang memadukan vokal, bahasa tubuh, humor, hingga atmosfer musik.

Di tengah industri K-pop yang identitas idolnya cenderung dibentuk secara ketat dan terkonsep, Dino menggunakan Picheolin untuk menghadirkan sisi yang lebih lepas. Karakter itu memberinya kesempatan untuk tampil sedikit lebih liar, jenaka, dan tidak terlalu terikat pada citra Dino sebagai anggota SEVENTEEN.

Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana proyek solo idol K-pop kini dapat menjadi ruang eksplorasi karakter, bukan sekadar kesempatan untuk memperkenalkan warna musik yang berbeda.

Nuansa Retro dan Permainan Kata dalam Gilboard

Judul Gilboard juga membawa permainan makna. Kata “gil” dalam bahasa Korea berarti “jalan”, sementara penulisannya memiliki kaitan dengan kosakata Tionghoa yang berhubungan dengan keberuntungan. Kata tersebut kemudian dipadukan dengan “board” dalam bahasa Inggris.

Advertisement

Artikel Terkait

5 Rekomendasi Drama Korea Kriminal Komedi Paling Seru Untuk Mengisi Waktu Luangmu

5 Rekomendasi Drama Korea Kriminal Komedi Paling Seru Untuk Mengisi Waktu Luangmu

Aksi tegang berbalut humor konyol! Simak 5 drakor kriminal komedi pilihan mulai dari Vincenzo hingga Behind Your Touch yang siap menghibur waktu luangmu.

Disney Siapkan Film Fantasi dari Novel Korea The Dallergut Dream Department Store

Disney Siapkan Film Fantasi dari Novel Korea The Dallergut Dream Department Store

Disney Live Action tengah mengembangkan film dari novel fantasi Korea The Dallergut Dream Department Store. Kisahnya mengikuti Penny yang bekerja di toko misterius yang menjual berbagai jenis mimpi.

Dari Hanbok hingga Musik Tradisional, Bagaimana Budaya Korea Dibawa ke K-Pop?

Dari Hanbok hingga Musik Tradisional, Bagaimana Budaya Korea Dibawa ke K-Pop?

Hanbok, musik tradisional, hingga cerita rakyat Korea kerap muncul dalam karya idol K-pop. Bukan sekadar konsep, unsur tersebut menjadi cara K-pop membawa budaya Korea kepada penggemar di seluruh dunia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer