SOLOBALAPAN.COM – Bangun tidur, buru-buru mandi, memakai seragam, lalu sarapan sambil menyalakan televisi. Sebelum berangkat sekolah, ada satu ritual yang rasanya hampir tidak pernah dilewatkan anak-anak pada masanya: menonton kartun.
Kini, kebiasaan itu mungkin sudah terasa jauh. Apalagi setelah SpongeBob SquarePants tidak lagi muncul dalam jadwal tayang GTV sejak 4 September 2026. Perubahan tersebut langsung mengingatkan banyak penonton pada masa ketika kartun menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Dulu, menonton kartun bukan sekadar mengisi waktu luang. Ada yang sengaja bangun lebih pagi supaya tidak ketinggalan episode favorit. Ada pula yang menonton sambil sarapan, memakai sepatu, bahkan sudah dipanggil orang tua berkali-kali karena waktunya berangkat sekolah.
Kalau sekarang melihat kembali judul-judulnya, ternyata banyak kartun yang pernah menemani masa kecil. Masih ingat?
Baca Juga: Unik! Gelato Kelapa Disiram Espresso Panas dan Disajikan dalam Batok
1. SpongeBob SquarePants
Sulit membicarakan nostalgia kartun tanpa menyebut SpongeBob SquarePants.
SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, Sandy, dan warga Bikini Bottom lainnya sudah menjadi bagian dari tontonan generasi 2000-an. Bagi sebagian orang, mendengar lagu pembukanya saja mungkin sudah cukup untuk mengingat suasana pagi di depan televisi.
SpongeBob bahkan telah lama identik dengan GTV yang sebelumnya bernama Global TV. Serial ini pertama kali mengudara di Global TV pada 2006 dan bertahan selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Bukan Sapi, Mengapa Kuliner Kudus Banyak Menggunakan Daging Kerbau?
Kini ketika namanya mendadak menghilang dari jadwal GTV, wajar jika banyak penonton lama merasa seperti kehilangan salah satu bagian dari masa kecil.
2. Dora the Explorer
“Dora! Boots! Backpack!”
Kalau mendengar nama Dora the Explorer, mungkin yang terbayang bukan hanya karakter Dora, tetapi juga kebiasaan menjawab pertanyaan dari layar televisi.
Dora mengajak penonton ikut dalam setiap petualangannya. Ada peta yang harus dibuka, jalan yang harus dipilih, hingga berbagai benda yang harus dicari.
Bagi anak-anak, menonton Dora rasanya seperti ikut masuk ke dalam cerita. Bedanya, petualangan tersebut berlangsung dari depan layar televisi sebelum akhirnya harus berangkat sekolah.
3. Crayon Shinchan
Kalau Dora mengajak anak-anak ikut berpetualang, Crayon Shinchan justru menawarkan kekacauan kecil dari kehidupan sehari-hari.
Shinchan yang jahil, polos, dan sering membuat orang dewasa kewalahan menjadi salah satu karakter yang sulit dilupakan.
Ada Misae, Hiroshi, Himawari, Shiro, hingga teman-teman Shinchan seperti Kazama, Nene, Masao, dan Bo-chan.
Dulu mungkin kita hanya tertawa melihat tingkah Shinchan. Sekarang, ketika menontonnya kembali, justru tingkah Misae dan Hiroshi yang kadang terasa lebih relate.
4. ChalkZone
Masih ingat ChalkZone?
Kartun ini bercerita tentang Rudy Tabootie yang memiliki kapur ajaib. Dengan kapur tersebut, ia bisa masuk ke dunia bernama ChalkZone, tempat berbagai gambar yang pernah dibuatnya hidup.
Konsepnya terasa sederhana, tetapi justru itulah yang membuatnya menarik. Dulu mungkin kita pernah membayangkan bagaimana jika gambar yang dibuat menggunakan kapur di papan tulis benar-benar bisa hidup.
ChalkZone juga menjadi bagian dari deretan tayangan Nickelodeon yang satu generasi dengan SpongeBob, The Fairly OddParents, dan Jimmy Neutron. Arsip jadwal Nickelodeon pada era tersebut bahkan menunjukkan beberapa judul ini hadir dalam rangkaian program yang berdekatan.
5. Avatar: The Last Airbender
Nah, kalau yang satu ini ceritanya sedikit lebih serius.
Avatar: The Last Airbender memperkenalkan Aang, Katara, Sokka, Toph, Zuko, dan dunia dengan empat elemen: air, tanah, api, dan udara.
Dulu mungkin kita hanya sibuk membicarakan siapa karakter paling kuat atau mencoba menirukan jurus pengendalian elemen.
Namun ketika ditonton lagi saat sudah dewasa, ceritanya ternyata jauh lebih kompleks. Ada persahabatan, keluarga, kehilangan, konflik, dan perjalanan seseorang untuk menemukan jati dirinya.
6. The Fairly OddParents
“Fairly OddParents” juga menjadi salah satu kartun yang rasanya langsung membawa kita kembali ke masa sekolah.
Timmy Turner mendapatkan dua peri, Cosmo dan Wanda, yang bisa mengabulkan keinginannya.
Masalahnya, keinginan Timmy hampir selalu membawa masalah baru.
Dulu mungkin kita berpikir, “Enak banget kalau punya peri yang bisa mengabulkan semua keinginan.”
Sekarang mungkin justru berpikir, “Untung kita enggak punya tongkat ajaib.”
7. Jimmy Neutron
Terakhir ada Jimmy Neutron, bocah jenius yang hampir selalu punya penemuan baru.
Jimmy, Carl, dan Sheen menjadi trio yang cukup akrab bagi penonton Nickelodeon. Berbagai eksperimen dan teknologi ciptaan Jimmy sering membuat petualangan mereka berubah menjadi masalah yang lebih besar.
Kalau sekarang melihatnya kembali, mungkin ada satu hal yang terasa lucu: dulu kita menonton berbagai teknologi futuristis milik Jimmy sebagai sesuatu yang mustahil.
Sekarang, beberapa teknologi yang dulu terlihat seperti fiksi ilmiah justru sudah terasa biasa.
Dulu Menonton Kartun, Sekarang Tinggal Nostalgia
Yang membuat kartun-kartun tersebut terasa spesial mungkin bukan hanya ceritanya.
Dulu, kita tidak bisa memilih tontonan sesuka hati. Tidak ada YouTube yang bisa dibuka kapan saja, tidak ada layanan streaming dengan ribuan pilihan, dan tidak ada tombol untuk langsung mencari episode tertentu.
Kalau ingin menonton SpongeBob, Dora, Shinchan, atau kartun lainnya, kita harus menunggu jadwal tayangnya.
Karena itu, ada sensasi tersendiri ketika lagu pembuka mulai terdengar dari televisi.
Kita mungkin belum tahu akan terlambat sekolah atau tidak. Yang penting, satu episode dulu.
Sekarang, ketika SpongeBob mendadak tidak lagi muncul dalam jadwal GTV, nostalgia itu seperti ikut terbuka kembali.
Ternyata yang dirindukan bukan cuma karakter-karakter tersebut.
Mungkin kita juga sedang merindukan masa ketika masalah terbesar sebelum berangkat sekolah hanyalah takut ketinggalan episode kartun favorit. (ina)
Editor : Inayah Choirunisa