Film Rumah Singgah, Kisah Mimpi yang Tumbuh di Tengah Perjuangan

Adi Pras • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:37 WIB
Film Rumah Singgah menghadirkan kisah Karla dan orang-orang yang ditemuinya selama menjalani pengobatan. (Instagram/@rumahsinggahfilm)
Film Rumah Singgah menghadirkan kisah Karla dan orang-orang yang ditemuinya selama menjalani pengobatan. (Instagram/@rumahsinggahfilm)

SOLOBALAPAN.COM – Karla sudah terbiasa dengan lintasan lari. Sebagai atlet muda, ia punya rutinitas latihan dan target yang ingin dikejar.

Rencana itu berubah setelah Karla didiagnosis osteosarkoma atau kanker tulang. Ia harus meninggalkan aktivitasnya sebagai atlet untuk menjalani pengobatan.

Karla kemudian tinggal di sebuah rumah singgah. Di tempat itu, ia bertemu Luki, Toni, dan Pika, tiga penghuni yang juga sedang menjalani pengobatan dengan cerita masing-masing.

Pertemuan tersebut menjadi awal cerita Rumah Singgah, film arahan Dyan Sunu Prastowo yang dibintangi Adhisty Zara dan Devano Danendra.

Baca Juga: Bukan Setting Buatan, “Operasi Pesta Copet” Syuting di Tengah 30.000 Penonton Pestapora

Ciccio Manassero dan Messi Gusti juga menjadi bagian dari cerita sebagai Toni dan Pika. Dewi Irawan serta Aming turut hadir sebagai Bu Andin dan Mang Didu.

Karla memang datang ke rumah singgah karena harus menjalani pengobatan. Namun, hari-harinya di sana tidak hanya diisi urusan penyakit.

Ia mulai mengenal orang-orang baru. Dari obrolan dan kebersamaan mereka, muncul pula berbagai rencana yang masih ingin dilakukan.

Ada Daftar Keinginan yang Belum Selesai

Para penghuni rumah singgah memiliki bucket list. Isinya adalah hal-hal yang ingin mereka lakukan selama masih punya kesempatan.

Baca Juga: Feminine Intuition, Benarkah Perempuan Punya Insting Lebih Kuat?

Bagi mereka, daftar tersebut bukan sekadar kumpulan keinginan. Ada beberapa hal yang mungkin terlihat sederhana, tetapi justru menjadi penting ketika seseorang tidak bisa lagi menganggap waktu sebagai sesuatu yang panjang.

Gagasan itu juga muncul dalam materi promosi Rumah Singgah. Origami menjadi salah satu elemen yang menonjol dalam visual film dan dikaitkan dengan mimpi serta bucket list para karakter.

Karla terlihat membawa origami berukuran besar dalam poster bersama Luki, Toni, Pika, Bu Andin, dan Mang Didu. Mereka berdiri sambil mengarahkan pandangan ke atas, seolah sedang membayangkan sesuatu yang ingin mereka capai.

Dari sana, cerita film bergerak ke hal-hal yang lebih dekat dengan keseharian para tokohnya. Mereka masih membicarakan rencana, bercanda, dan menghabiskan waktu bersama.

Baca Juga: Rayakan HUT RI ke-81, No Na Nyanyikan Lagu “Tanah Airku”

Bagi Karla, rumah singgah akhirnya bukan hanya tempat untuk menjalani masa pengobatan. Ada orang-orang yang membuat tempat itu terasa berbeda dari yang ia bayangkan sebelumnya.

Ketika Karla Bertemu Luki, Toni, dan Pika

Luki menjadi salah satu orang yang paling dekat dengan Karla. Karakter yang dimainkan Devano Danendra itu merupakan penyintas leukemia.

Kedekatan keduanya menjadi bagian dari cerita Karla setelah kehidupan yang ia kenal sebelumnya berubah. Ia tidak lagi menghadapi semuanya sendirian karena ada teman-teman yang memahami situasi yang sedang ia jalani.

Toni, yang diperankan Ciccio Manassero, juga memiliki cerita sendiri. Ia digambarkan sebagai penyintas kanker hati.

Baca Juga: 24 Hari di NICU, Anak Fiki Naki Akhirnya “Lulus”, Ungkap Perjuangan Tinandrose

Bagi Ciccio, memerankan Toni membuat proses syuting terasa berbeda. Dalam wawancara yang terbit 20 Agustus 2026, ia mengatakan pengalaman tersebut membuatnya lebih peka.

Ia juga melakukan persiapan khusus untuk menyesuaikan penampilan dengan karakter yang sedang sakit.

Devano pun punya tantangan sendiri ketika memainkan Luki. Ia melakukan riset untuk memahami karakter tersebut dan mengaku perlu menjaga emosi agar adegan yang dibawakan tetap terasa jujur.

Selain berakting, Devano ikut mengisi musik film melalui lagu “Surat Hati” yang menjadi bagian dari soundtrack Rumah Singgah.

Film yang Terasa Personal bagi Zara

Ada alasan lain yang membuat Rumah Singgah terasa berbeda bagi Adhisty Zara.

Baca Juga: Bilqis Masuk SMP, Putri Ayu Ting Ting Kini Mulai Beranjak Remaja

Saat menjalani proses syuting, kakeknya, Acil Bimbo, sedang menjalani perawatan intensif. Sang kakek kemudian meninggal pada hari terakhir pengambilan gambar setelah berjuang melawan kanker.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8/2026), Zara mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut membuat film ini memiliki tempat khusus baginya. Ia juga mendedikasikan Rumah Singgah untuk sang kakek.

Sebelum proses syuting dimulai, Zara juga harus mempersiapkan diri untuk memerankan seorang atlet. Ia menjalani latihan bersama atlet profesional agar gerakan lari Karla terlihat lebih meyakinkan ketika ditampilkan di layar.

Pengalaman itu membuat peran Karla tidak hanya menuntut Zara memahami karakter, tetapi juga membawa persoalan yang cukup dekat dengan kehidupannya saat proses produksi berlangsung.

Baca Juga: Surga Kuliner Tapi Takut Kolesterol? Ini Cara Tetap Makan Enak Tanpa Cemas

Rumah yang Hanya Menjadi Tempat Singgah

Karla datang ke rumah itu karena pengobatan. Luki, Toni, dan Pika juga memiliki alasan masing-masing untuk berada di sana.

Mereka mungkin tidak akan tinggal bersama selamanya. Tetapi selama berada di satu tempat, mereka punya waktu untuk saling mengenal.

Ada cerita yang dibagikan. Ada daftar keinginan yang dibicarakan. Ada pula momen-momen sederhana yang kemudian menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Baca Juga: Bikin Warganet Gemas, Bobby Kertanegara Kenakan Tenun Baduy saat Upacara HUT ke-81 RI

Itulah yang menjadi dasar cerita Rumah Singgah. Film produksi SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Di balik kisah tentang kanker, film ini mengikuti kehidupan orang-orang yang masih ingin melakukan banyak hal. Karla yang semula sibuk mengejar lintasan lari kini harus menyesuaikan diri dengan kehidupan baru.

Di rumah yang hanya menjadi tempat singgah itu, ia justru menemukan orang-orang yang ikut mengisi bagian penting dari ceritanya. (Rahma Azra Calista)

Editor : Adi Pras
Rahma Azra Calista film indonesia kanker rumah singgah adhisty zara