SOLOBALAPAN.COM - Malam penobatan Miss Universe Canada 2026 di Windsor, Ontario, Sabtu (8/8/2026), menghadirkan sebuah pemandangan yang tidak biasa.
Di tengah gemerlap panggung dan prosesi pergantian mahkota, Jaime VandenBerg justru mencuri perhatian dengan menggendong bayi perempuannya, Charlotte Nicole Hernandez-VandenBerg.
Momen tersebut menjadi salam perpisahan VandenBerg setelah setahun menyandang gelar Miss Universe Canada 2025.
Baca Juga: Hasil Latih Tanding Persis Solo vs Java United: Kalah 0-1, Ricky Nelson Kantongi Evaluasi Penting
Namun, alih-alih menutup masa tugasnya seorang diri, ia memilih membawa putrinya ke atas panggung, menjadikan malam itu bukan hanya tentang berakhirnya sebuah gelar, tetapi juga tentang dimulainya babak baru dalam kehidupannya.
Senyum VandenBerg sembari menggendong Charlotte seolah memperlihatkan sisi lain dari dunia pageant yang selama ini kerap identik dengan gaun mewah, mahkota, dan kesempurnaan penampilan.
Di balik semua itu, ada seorang perempuan yang menjalani peran sebagai ibu sekaligus tetap mengejar mimpi di panggung kecantikan.
Perjalanan tersebut sebenarnya telah dimulai jauh sebelum ia muncul di panggung Miss Universe. VandenBerg tercatat sebagai perempuan Kanada pertama yang berhasil mengoleksi empat gelar kecantikan nasional. Sebelum menjadi Miss Universe Canada, ia lebih dulu memenangkan Miss Earth Canada, Miss World Canada, dan Miss International Canada.
Namun, kisah VandenBerg tidak hanya tentang deretan gelar. Ia membawa pengalaman personal yang kemudian menjadi bagian penting dari perjuangannya di ruang publik. Pada 2021, VandenBerg menjadi penyintas insiden penembakan yang nyaris merenggut nyawanya.
Baca Juga: Demo Mahasiswa di Jakarta, BEM UI Lontarkan Kritik Menohok: Kita Dijajah Pemerintah Sendiri!
Pengalaman tersebut mendorongnya menggunakan popularitas dan panggung yang dimilikinya untuk meningkatkan kesadaran mengenai kekerasan berbasis gender. Perjuangannya mendapat pengakuan melalui Queen Elizabeth II Platinum Jubilee Medal, yang diberikan atas kontribusinya.
Di balik berbagai pencapaian itu, VandenBerg juga menyimpan perjalanan pribadi yang tidak banyak diketahui publik. Ketika mengetahui dirinya hamil, ia sempat mempertimbangkan untuk mundur dari Miss Universe 2025. Kekhawatiran muncul karena ia tidak ingin kabar kehamilannya justru menutupi kerja keras dan persiapan panjang yang telah dilakukan untuk berkompetisi di tingkat internasional.
Dukungan dari Aaron membuat VandenBerg kembali percaya diri untuk melanjutkan perjuangannya. Ia juga berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kehamilannya tetap memungkinkan dirinya mengikuti kompetisi dengan memperhatikan kesehatan dan kemampuan tubuh.
Setelah mendapat pertimbangan medis, VandenBerg akhirnya berangkat ke Thailand. Kehamilan tersebut dijalaninya secara privat, sementara di hadapan publik ia tetap menjalankan perannya sebagai kontestan dan menjalani rangkaian kompetisi yang telah dipersiapkan.
Kisah tersebut menjadi semakin menarik karena terjadi di tengah perubahan aturan dalam dunia pageant. Sejak 2023, organisasi Miss Universe membuka kesempatan bagi perempuan yang telah menikah maupun memiliki anak untuk mengikuti kompetisi, meninggalkan standar lama yang selama bertahun-tahun mengidentikkan ratu kecantikan dengan perempuan lajang tanpa tanggungan keluarga.
Baca Juga: Viral Pria Seret Pacar di Pinggir Jalan Medan! Ditangkap Polisi, Pelaku Ternyata Positif Narkoba
VandenBerg menjadi gambaran nyata bagaimana perubahan tersebut dapat hadir bukan hanya dalam aturan tertulis, tetapi juga dalam kehidupan seorang perempuan. Ia berkompetisi ketika sedang mengandung, menjaga perjalanan kehamilannya dari sorotan publik, lalu kembali ke panggung sebagai seorang ibu.
Karena itu, kehadiran Charlotte pada malam perpisahan VandenBerg memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar momen manis antara ibu dan anak. Bayi yang berada dalam pelukannya menjadi bagian dari perjalanan yang sebelumnya ia jalani dengan begitu hati-hati dan akhirnya diperkenalkan kepada publik di panggung yang sama.
Kini, setelah masa tugasnya sebagai Miss Universe Canada berakhir, VandenBerg ingin memberikan ruang yang lebih besar bagi kehidupannya sebagai seorang ibu. Meski demikian, ia tidak sepenuhnya meninggalkan dunia pageant karena masih memiliki keinginan untuk membantu mengembangkan talenta-talenta baru.
Jika dahulu mahkota seolah menuntut seorang perempuan menempatkan kehidupan personal di belakang sorotan panggung, VandenBerg justru menghadirkan gambaran yang berbeda. Baginya, mahkota dan kehidupan sebagai ibu bukan dua identitas yang harus dipilih salah satunya.
Pada akhirnya, VandenBerg tidak meninggalkan panggung dengan sekadar menyerahkan mahkota. Ia meninggalkannya dengan membawa sebuah cerita tentang keberanian, perjuangan, keibuan, dan perubahan cara dunia memandang perempuan di balik sebuah gelar kecantikan.
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com