Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tornado, Lokomotif Uap yang Dibangun di Era Modern

Kabun TriyatnoL
Tornado bukan lokomotif uap dari masa lalu. Ia justru dibangun di era modern dari nol, berdasarkan desain Peppercorn A1 yang sudah lama menghilang. Sempat mencapai 100 mph, Tornado membuktikan bahwa teknologi lama masih bisa kembali ke jalur (pinterest)
Tornado bukan lokomotif uap dari masa lalu. Ia justru dibangun di era modern dari nol, berdasarkan desain Peppercorn A1 yang sudah lama menghilang. Sempat mencapai 100 mph, Tornado membuktikan bahwa teknologi lama masih bisa kembali ke jalur (pinterest)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Ketika mendengar istilah lokomotif uap, yang terbayang biasanya adalah kereta dari masa lalu. Namun, Inggris memiliki lokomotif uap yang justru dibangun ketika dunia perkeretaapian sudah memasuki era diesel dan listrik. Lokomotif itu adalah 60163 Tornado.

Tornado merupakan lokomotif Peppercorn Class A1 Pacific yang dibangun dari nol pada abad ke-21. Lokomotif ini selesai pada 2008 dan menjadi lokomotif uap jalur utama baru pertama yang dibangun di Inggris selama hampir 50 tahun.

Advertisement

Dibangun dari desain lokomotif lama

Tornado bukanlah lokomotif yang dirancang sepenuhnya dengan desain baru. Bentuk dan konsepnya mengikuti Peppercorn Class A1, kelas lokomotif yang dirancang oleh Arthur H. Peppercorn untuk London & North Eastern Railway.

Sebanyak 49 lokomotif A1 asli dibangun pada 1948–1949. Namun, setelah Inggris beralih dari tenaga uap ke diesel dan listrik, seluruh lokomotif tersebut akhirnya dipensiunkan. Lokomotif A1 terakhir bahkan sudah dibesituakan pada 1966. 

Advertisement

Karena tidak ada satu pun A1 asli yang bertahan, proyek Tornado kemudian menjadi kesempatan untuk membangun kembali lokomotif A1 ke-50.

Proyek yang awalnya dianggap mustahil

Gagasan membangun kembali Peppercorn A1 dimulai pada 1990 melalui A1 Steam Locomotive Trust. Proyek tersebut tidak hanya membutuhkan uang, tetapi juga gambar teknik dan pengetahuan mengenai konstruksi lokomotif yang sudah puluhan tahun tidak diproduksi.

Pada 1993, tim proyek mulai menelusuri arsip teknik di National Railway Museum. Mereka berhasil menemukan sekitar 95 persen gambar asli yang dibutuhkan untuk membuat Tornado. Gambar-gambar tersebut kemudian dikatalogkan, dipindai, dibersihkan, dan digambar ulang untuk kebutuhan konstruksi. 

Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 18 tahun, termasuk perencanaan, penggalangan dana, pembuatan komponen, perakitan, hingga pengujian. Total biaya proyek mencapai sekitar £3 juta. 

Advertisement

Artikel Terkait

Jacobite Steam Train, Menyusuri Pegunungan Skotlandia dengan Kereta Uap

Jacobite Steam Train, Menyusuri Pegunungan Skotlandia dengan Kereta Uap

The Jacobite membawa penumpang dari Fort William menuju Mallaig melewati pegunungan, danau, serta Glenfinnan Viaduct di Scottish Highlands.

Siapa Penemu Kereta Api Uap? Mengenal Tokoh di Balik Lahirnya Lokomotif Modern

Siapa Penemu Kereta Api Uap? Mengenal Tokoh di Balik Lahirnya Lokomotif Modern

Richard Trevithick menciptakan lokomotif uap pertama yang berhasil beroperasi, sedangkan George Stephenson menyempurnakannya hingga digunakan secara luas dan mengubah sejarah transportasi dunia.

Wisata Edukasi Museum Kereta Api Ambarawa: Pesona Lokomotif Uap Berusia Satu Abad

Wisata Edukasi Museum Kereta Api Ambarawa: Pesona Lokomotif Uap Berusia Satu Abad

Museum Kereta Api Ambarawa menyimpan jejak sejarah perkeretaapian Indonesia melalui koleksi lokomotif kuno, bangunan bersejarah, serta kereta wisata uap yang masih beroperasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer