Berawal dari Lima Tas Hilang, Tasyi Athasyia Bongkar Dugaan Pencurian Barang Mewah

Adi Pras • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:26 WIB
Tasyi Athasyia saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan dan dalam sebuah momen bersama anggota timnya. Tasyi melaporkan dugaan pencurian barang miliknya yang diduga melibatkan karyawan. (Instagram/@tasyiiathasyia)
Tasyi Athasyia saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan dan dalam sebuah momen bersama anggota timnya. Tasyi melaporkan dugaan pencurian barang miliknya yang diduga melibatkan karyawan. (Instagram/@tasyiiathasyia)

SOLOBALAPAN.COM - Lima tas milik Tasyi Athasyia sempat hilang setelah renovasi walk-in closet di rumahnya. Saat itu, Tasyi tidak langsung menganggap kehilangan tersebut sebagai sesuatu yang mencurigakan.

Ia sempat mencari ke beberapa bagian rumah. Namun, setelah tidak menemukan tas-tas tersebut, Tasyi memilih mengikhlaskannya.

Tidak disangka, beberapa waktu kemudian sebuah notifikasi transaksi justru membuka petunjuk baru. Barang yang tercantum dalam transaksi tersebut ternyata merupakan koleksi miliknya.

Baca Juga: Berburu Kuliner Walang Goreng di Car Free Night Gemolong, Ada Tiga Varian Rasa

Dari penelusuran yang dilakukan setelahnya, Tasyi menyebut setidaknya 12 barang telah teridentifikasi. Dugaan kehilangan tersebut kemudian dibawa ke pihak kepolisian.

Berawal dari Koleksi yang Berkurang

Kejadian itu mulai disadari Tasyi sekitar awal Maret 2026. Setelah renovasi walk-in closet selesai, ia mulai merapikan kembali koleksi tas miliknya.

Saat itulah sekitar lima tas tidak ditemukan di tempat semula. Tasyi sempat mencarinya di area rumah, tetapi tidak membuahkan hasil.

Baca Juga: Tantri Kotak Rayakan Usia 37 Tahun, Arda Naff Tulis Pesan Menyentuh

Ia memilih tidak mempermasalahkannya lebih jauh. Menurut Tasyi, saat itu dirinya berpikir barang tersebut mungkin saja terselip dan jika memang masih menjadi rezekinya, akan kembali.

Namun, koleksi yang hilang ternyata tidak berhenti pada lima tas. Seiring waktu, semakin banyak barang yang tidak lagi ditemukan.

Tasyi pun tetap belum mengetahui ke mana barang-barang tersebut pergi.

Petunjuk Muncul dari Sebuah Notifikasi

Situasi berubah pada awal Agustus 2026. Salah satu anggota tim Tasyi menerima notifikasi email yang berkaitan dengan transaksi penjualan.

Baca Juga: Dari Panggung Musik ke Istana, Ghea Indrawari Bernyanyi Bersama PM Thailand

Ketika diperiksa, barang dalam notifikasi tersebut ternyata merupakan sepatu milik Tasyi. Dari satu transaksi itu, penelusuran kemudian dilakukan terhadap notifikasi lainnya.

Hasilnya, ditemukan sejumlah bukti penjualan barang yang diduga berkaitan dengan koleksi Tasyi yang sebelumnya hilang.

Menurut Tasyi, hampir seluruh barang tersebut dijual melalui sumber yang sama. Barang-barang itu dikirim menggunakan Lalamove ke salah satu toko jual-beli barang bermerek yang dikenal di media sosial.

Sistem penjualan di tempat tersebut memungkinkan barang dikirim tanpa pertemuan langsung. Tasyi menyebut barang miliknya diduga dijual dengan harga yang tidak sesuai dengan harga pasar.

Baca Juga: Paula Verhoeven Sedih Anaknya Sering Bolos Sekolah karena Syuting, “Syuting Bukan Kewajiban Kamu, Nak”

Dari penelusuran sementara, terdapat 12 barang yang telah berhasil diidentifikasi. Nilai keseluruhannya disebut mencapai lebih dari Rp500 juta.

Tasyi juga mengatakan dugaan pengambilan barang tersebut telah berlangsung selama sekitar satu tahun.

Tasyi Sempat Ingin Memaafkan

Mengetahui barang-barangnya diduga dijual oleh orang yang bekerja dengannya membuat Tasyi berada pada pilihan yang tidak mudah.

Baca Juga: JJ Tak Lagi Hanya Bernyanyi, CoComelon Siap Hadir di Layar Lebar

Ia mengaku sempat ingin memaafkan dan menyelesaikan persoalan tersebut tanpa membawanya lebih jauh. Namun, menurut Tasyi, orang yang diduga terlibat masih menyangkal ketika ditanya mengenai barang-barang yang hilang.

Setelah bukti transaksi diperlihatkan, orang tersebut disebut akhirnya mengakui perbuatannya. Tasyi juga mengatakan pengakuan tersebut mencakup jumlah barang yang lebih banyak daripada 12 barang yang telah berhasil diidentifikasi.

Ketika ditanya mengenai jumlah pastinya, menurut Tasyi, orang tersebut mengaku tidak ingat karena barang yang dijual cukup banyak.

Baca Juga: Jelang Menikah, Dea Annisa Rayakan Masa Lajang dengan “Bridal Par Tee”

Bagi Tasyi, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai harga koleksi yang hilang. Ia menilai jumlah barang yang diduga diambil membuat kejadian tersebut tidak bisa dianggap sebagai satu kesalahan yang terjadi sekali.

Kepercayaan yang Kembali Terluka

Ada alasan lain yang membuat persoalan ini terasa berat bagi Tasyi.

Dalam unggahannya, ia menceritakan pernah mengalami masalah dengan karyawan lebih dari tiga tahun lalu. Saat itu, Tasyi mengaku menjadi korban fitnah dan memilih memberikan maaf setelah persoalan tersebut terjadi.

Pengalaman tersebut membuatnya membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali percaya kepada orang lain.

Baca Juga: IHSG Bisa Naik-Turun, Apa yang Menggerakkan Pasar Saham?

Karena itu, dugaan pencurian yang kembali terjadi di lingkungan kerjanya membuat pengalaman lama tersebut terasa kembali. Tasyi mengatakan dirinya bukan hanya kehilangan barang, tetapi juga merasa kepercayaan yang selama ini dibangun ikut rusak.

Ia juga mengaku telah memberikan berbagai fasilitas dan perhatian kepada karyawan tersebut selama bekerja. Hal itulah yang menurutnya membuat kejadian tersebut terasa semakin menyakitkan.

Pilih Membawa Persoalan ke Polisi

Tasyi akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum. Ia melaporkan dugaan pencurian tersebut kepada pihak kepolisian dan berharap prosesnya dapat berjalan dengan baik.

Melalui unggahan di Instagram, Tasyi juga meminta agar kasus tersebut dikawal. Ia mengatakan langkah tersebut diambil karena ingin ada penyelesaian yang jelas, terlebih setelah mempertimbangkan pengalaman yang pernah dialaminya sebelumnya.

Baca Juga: Yura Yunita, Idgitaf & Feby Putri Nyanyikan “Tutur Batin”, Kolaborasi Tiga Vokal yang Memukau

Kasus dugaan pencurian tersebut kini masih dalam proses penanganan pihak berwajib. Karyawan yang dimaksud juga belum dapat dinyatakan bersalah sebelum ada pembuktian melalui proses hukum.

Bagi Tasyi, persoalan ini pada akhirnya bukan hanya tentang koleksi yang hilang. Ia harus kembali berhadapan dengan rasa kecewa setelah kepercayaan yang dibangun bersama orang di lingkungan kerjanya diduga berakhir dengan persoalan hukum. (Rahma Azra Calista)

Editor : Adi Pras
Selebritas Rahma Azra Calista pencurian Tasyi Athasyia barang mewah