SOLOBALAPAN.COM - Hanya dalam hitungan detik, Benny Blanco berhasil membuat jagat media sosial ramai.
Teaser visual untuk album terbarunya: Hermoso yang rilis 11 Juli 2026 lalu, jadi buah bibir karena tampil beda dari promosi album musik pada umumnya.
Dalam cuplikan singkat itu, Benny muncul dengan wajah yang nyaris sulit dikenali.
Ia menggunakan prostetik berupa tambahan pada hidung, gigi, dan riasan wajah sehingga penampilannya berubah drastis.
Dipadukan dengan nuansa gelap dan ekspresi yang ganjil, teaser tersebut membuat sebagian warganet menyebutnya lebih mirip cuplikan film horor daripada video promosi musik.
Respons publik pun beragam. Di kolom komentar TikTok, seorang pengguna menulis, "Benny, you scared me," mengungkapkan keterkejutannya terhadap konsep visual yang ditampilkan.
Namun, tidak sedikit pula penggemar yang justru memberikan dukungan. "Loving this. Can't wait," tulis pengguna lainnya.
Ini bukti antusiasme mereka menantikan karya terbaru sang musisi. Perbedaan respons tersebut menunjukkan bahwa teaser Hermoso berhasil memancing rasa penasaran sekaligus membuka ruang interpretasi bagi para penontonnya.
Menariknya, perhatian publik lebih dulu tertuju pada konsep visual dibandingkan musiknya.
Memang, Benny Blanco telah merilis Joven y Salvaje sebagai single pembuka era Hermoso. Namun, sebagian besar materi dalam album yang dijadwalkan rilis pada 14 Agustus mendatang masih disimpan rapat.
Alhasil, teaser berdurasi 39 detik itu menjadi pintu pertama bagi publik untuk menebak seperti apa dunia yang tengah dibangun Benny melalui album terbarunya.
Strategi tersebut terasa sejalan dengan perjalanan karier Benny Blanco. Selama bertahun-tahun, ia lebih dikenal sebagai sosok di balik layar industri musik.
Namanya tercatat sebagai produser dan penulis lagu di balik berbagai hit milik Ed Sheeran, Justin Bieber, Rihanna, Katy Perry, Maroon 5, hingga BTS.
Pengalaman panjang sebagai sosok yang membangun identitas karya musisi lain tampaknya juga tercermin dalam cara ia memperkenalkan albumnya sendiri.
Alih-alih langsung mengandalkan lagu yang viral, Benny memilih membangun rasa penasaran melalui visual yang kuat.
Pilihan nama album Hermoso juga menambah daya tarik tersendiri. Dalam bahasa Spanyol, hermoso berarti "indah" atau "tampan". Namun, kesan itu justru berbanding terbalik dengan penampilan Benny dalam teaser.
Wajah yang sengaja diubah menggunakan prostetik, suasana yang mencekam, serta estetika yang tidak nyaman dipandang menghadirkan kontras yang memancing rasa ingin tahu.
Belum diketahui apakah seluruh elemen visual tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan cerita dalam album atau hanya menjadi bagian dari identitas artistik yang ingin dibangun. Jawabannya baru akan terungkap ketika Hermoso resmi dirilis.
Di tengah tren promosi musik yang kini banyak mengandalkan potongan lagu singkat agar viral di media sosial, Benny Blanco tampaknya memilih jalur yang berbeda. Ia tidak sekadar memperkenalkan musik, tetapi lebih dulu membangun percakapan.
Dalam hitungan detik, teaser Hermoso berhasil memancing pro dan kontra, membuat sebagian orang merasa terkejut, sementara yang lain justru semakin tidak sabar menanti album tersebut. Pada akhirnya, di era ketika perhatian publik menjadi hal yang sangat berharga, rasa penasaran bisa menjadi promosi yang sama kuatnya dengan sebuah lagu. (rastri rafiarum/fer)
Editor : Ferry Ardi Susanto