SOLOBALAPAN.COM - Dalam industri K-pop, perhatian publik umumnya tertuju pada title track. Lagu utama dipilih sebagai wajah album, dipromosikan di berbagai acara musik, hingga menjadi fokus utama dalam strategi promosi agensi.
Namun, di balik gemerlap title track, ada fenomena menarik yang terus terjadi di kalangan penggemar.
Sejumlah lagu B-side—lagu yang tidak dipromosikan sebagai lagu utama—justru berhasil mencuri perhatian dan mendapat tempat istimewa di hati pendengar.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Lampu, Mengenal Makna Lightstick dalam Budaya K-Pop
Fenomena ini menunjukkan bahwa popularitas sebuah lagu tidak selalu ditentukan oleh intensitas promosi, melainkan juga oleh kedekatan emosional yang berhasil dibangun dengan pendengarnya.
Salah satu contohnya adalah To My First dari NCT Dream. Lagu yang menjadi bagian dari album repackage Beatbox ini tidak dipromosikan sebagai title track.
Meski begitu, banyak penggemar menyebutnya sebagai salah satu lagu paling emosional dalam diskografi NCT Dream.
Liriknya yang mengisahkan proses merelakan cinta pertama membuat To My First banyak dibagikan di media sosial, terutama melalui video pendek yang membahas makna lagu tersebut.
Bahkan, tidak sedikit penggemar yang menganggap lagu ini sebagai penutup dari rangkaian kisah cinta remaja yang telah dibangun NCT Dream sejak My First and Last.
Fenomena serupa juga terjadi pada Ash milik SEVENTEEN. Lagu B-side dari album Face the Sun ini dikenal dengan aransemen yang kuat serta pesan tentang bangkit kembali setelah mengalami keterpurukan.
Meski tidak menjadi lagu utama, Ash kerap masuk dalam daftar lagu favorit penggemar dan sering disebut sebagai salah satu karya terbaik SEVENTEEN.
Sementara itu, RIIZE juga memiliki lagu B-side berjudul Honestly yang mendapat banyak perhatian setelah dirilis.
Lagu tersebut dipuji karena nuansa hangat dan liriknya yang sederhana, membuat banyak pendengar merasa lebih dekat dengan sisi emosional para anggota dibandingkan melalui lagu utama mereka.
Di sisi lain, Red Velvet memiliki Kingdom Come, lagu yang hingga kini masih sering disebut sebagai salah satu B-side terbaik dalam sejarah K-pop.
Dirilis pada 2017 sebagai bagian dari album Perfect Velvet, lagu bergenre R&B tersebut terus mendapatkan apresiasi bertahun-tahun setelah perilisannya.
Banyak penggemar bahkan berpendapat bahwa Kingdom Come memiliki kualitas yang layak menjadi title track.
Fenomena lagu B-side yang lebih populer bukanlah hal baru di industri K-pop. Kehadiran media sosial, platform streaming, hingga video pendek membuat pendengar memiliki kebebasan untuk menemukan lagu favorit mereka sendiri tanpa bergantung pada promosi resmi dari agensi.
Berbeda dengan masa ketika acara musik menjadi satu-satunya sarana promosi, kini sebuah lagu dapat kembali viral bertahun-tahun setelah dirilis berkat rekomendasi penggemar atau tren di media sosial.
Hal ini juga menunjukkan bahwa album K-pop bukan lagi sekadar kumpulan lagu pendamping bagi title track.
Banyak grup justru menyimpan warna musik yang berbeda, eksperimen baru, hingga cerita yang lebih personal melalui lagu-lagu B-side mereka.
Pada akhirnya, fenomena ini membuktikan bahwa sebuah lagu tidak harus menjadi title track untuk dikenang.
Selama mampu menyentuh pendengar dan membangun hubungan emosional, lagu tersebut akan menemukan jalannya sendiri menuju hati para penggemar.
Barangkali itulah alasan mengapa lagu-lagu seperti To My First, Ash, Honestly, hingga Kingdom Come tetap hidup dan terus didengarkan, meski tidak pernah menjadi wajah utama dari album yang mereka wakili. (*)
Editor : Kabun Triyatno