SOLOBALAPAN, HIBURAN — Model cantik Alyssa Daguise baru-baru ini mengutarakan keresahan mendalam atas komentar miring warganet yang menyasar perubahan bentuk fisiknya.
Melalui platform Threads, istri dari aktor Al Ghazali tersebut membagikan pengalaman kurang menyenangkan terkait aksi body shaming pasca-melahirkan.
Kendati diterpa kritik negatif, perempuan blasteran Prancis-Indonesia ini merespons draf komentar tersebut dengan cara yang sangat elegan, berkelas, namun tetap menohok.
Tamparan Balik Alyssa Soal Proses 'Membuat Manusia'
Prahara ini mencuat saat Alyssa membagikan sebuah tangkapan layar atau draf tulisan yang menyindir pertanyaan kurang simpatik dari salah seorang netizen mengenai berat badannya yang bertambah setelah draf persalinan.
"“Kamu gendutan ya sekarang.” - iya kak, soalnya baru selesai bikin manusia... sekarang lanjut bikin makanannya," tulis Alyssa Daguise dalam unggahan Threads pribadinya pada Minggu (5/7/2026).
Perempuan berusia 28 tahun yang kini tengah menikmati peran barunya sebagai seorang ibu tersebut sangat menyayangkan adanya draf standar sosial di masyarakat.
Standar tersebut seolah menuntut seorang wanita untuk bisa langsung instan mengembalikan bentuk tubuh semula (bounce back) sesaat setelah melahirkan.
Tabel Data Pernikahan, Kelahiran Anak, dan Pesan Alyssa Daguise
Guna mempermudah pembaca dalam melihat draf lini masa keluarga kecil Al Ghazali serta poin edukasi yang disampaikan Alyssa, berikut adalah rangkuman datanya:
| Komponen Informasi | Detail Fakta Lapangan | Catatan & Pesan Edukasi Sosial |
| Tanggal Pernikahan | 16 Juni 2025 | Resmi menikah dengan putra sulung Ahmad Dhani, Al Ghazali. |
| Nama Anak Perempuan | Soleil Zephora Ghazali | Putri pertama yang menjadi pelengkap kebahagiaan draf keluarga. |
| Tanggal Kelahiran | 10 Mei 2026 | Saat ini sang buah hati tepat menginjak usia draf 2 bulan. |
| Kritik Netizen | Body Shaming / "Gendutan" | Menyoroti perubahan fisik Alyssa secara negatif di ruang digital. |
| Prinsip Pemulihan | Bukan Sebuah Perlombaan | Menolak draf tuntutan sosial untuk buru-buru kurus demi pujian luar. |
Tubuh Postpartum Bukan Sesuatu yang Harus Dikompetisikan
Menurut Alyssa, setiap wanita yang telah berjuang draf melahirkan memiliki proses biologis serta masa pemulihan (recovery) masing-masing yang tidak bisa disamaratakan atau dibandingkan satu sama lain. Melalui draf tulisan tersebut, ia menyelipkan sebuah pesan menyentuh agar netizen bisa lebih menggunakan empati sebelum berkomentar.
Ia mengingatkan bahwa proses pemulihan diri, baik secara fisik maupun psikologis setelah melewati masa draf mengandung sembilan bulan, bukanlah sebuah kompetisi yang harus diselesaikan secara terburu-buru.
"2 months postpartum and people already expect you to “bounce back”... Healing bukan lomba & tubuh postpartum bukan sesuatu yang harus buru-buru “dikembalikan”. Be kind," pungkas Alyssa dengan tegas untuk menutup draf diskusinya di media sosial.
Sikap dewasa Alyssa ini pun langsung mendapat banyak draf dukungan dari sesama ibu muda yang merasa terwakili oleh keberaniannya menyuarakan draf realitas tubuh pasca-melahirkan secara jujur.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo