SOLOBALAPAN, HIBURAN — Jagat media sosial kembali memanas menyusul ramainya seruan aksi boikot terhadap seluruh bisnis milik selebritas Sarwendah.
Gerakan ini muncul sebagai buntut dari ucapan kontroversialnya saat melakukan siaran langsung (live shopping) yang dinilai tidak pantas dan kelewat batas.
Konflik pasca-perceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu yang terjadi pada 2024 lalu tampaknya memasuki babak baru, kali ini dipicu oleh persoalan nominal nafkah bulanan untuk anak-anak mereka.
Siaran Langsung yang Berujung Kontroversi
Pangkal masalah bermula ketika Sarwendah, yang saat itu sedang melangsungkan sesi live shopping bersama kekasihnya, Giorgio Antonio, menumpahkan kekesalannya terkait uang nafkah bulanan sebesar Rp200 juta dari sang mantan suami.
Baca Juga: Diduga Sindir Ruben Onsu dengan Sebut 'Cong', Kubu Sarwendah Kini Sapu Ulah Sang Artis
Alih-alih bersyukur, eks personel Cherrybelle tersebut justru melontarkan kalimat bernada meremehkan.
"Rp200 juta itu berapa kali live sih, oh my god. Rp200 juta apa sih, berapa sih Rp200 juta," ujarnya dengan nada menyindir.
Tidak berhenti di situ, emosi Sarwendah tampak semakin tak terkendali.
Ia mulai menyentuh ranah sensitif dengan menggunakan istilah "cong" (sebutan yang kerap dikaitkan dengan orientasi seksual tertentu) yang diduga kuat dialamatkan untuk Ruben Onsu, hingga melontarkan makian kasar.
Berikut adalah beberapa kutipan kontroversial Sarwendah yang viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram:
-
"Enggak lah mengharapkan laki-laki apalagi cong."
-
"Dahulu gue juga enggak bisa bedain antara laki-laki sama cong. Sekarang gue udah bisa bedain laki-laki sama cong."
-
"Gue juga enggak butuh duit elo, anj***!"
Reaksi Warganet dan Seruan Boikot
Pernyataan sarkastis dan makian kasar tersebut langsung memicu gelombang kritik pedas dari warganet.
Mayoritas menilai bahwa sikap Sarwendah sangat arogan dan tidak mencerminkan etika seorang figur publik yang bijak.
Sanksi sosial pun bergerak cepat. Kolom komentar di akun pribadi maupun akun bisnis Sarwendah dipenuhi seruan untuk berhenti membeli produk-produknya.
-
"Boikot yuk boikot semua produk yang dijual Sarwendah. Kok kurang etis sih ucapannya. Gak nyangka," tulis salah satu netizen.
-
"Gak kukira ternyata sifat aslinya sudah keluar ini, sebaiknya sadar diri sebelum dibawa Ruben itu dia siapa," timpal warganet lainnya.
Adu Argumen Kuasa Hukum: Pihak Ruben vs Sarwendah
Keributan di dunia maya ini tak pelak memaksa kuasa hukum dari kedua belah pihak untuk turun tangan dan memberikan klarifikasi kepada publik.
Berikut adalah perbandingan tanggapan dari kuasa hukum Ruben Onsu dan Sarwendah terkait polemik nafkah Rp200 juta ini:
| Pihak / Kuasa Hukum | Poin Pernyataan Klasifikasi |
|
Pihak Ruben Onsu (Minola Sebayang) |
• Menilai sikap Sarwendah sangat sombong karena mengecilkan arti uang Rp200 juta di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. • Menegaskan uang tersebut murni diberikan demi biaya pemeliharaan dan pendidikan anak. • Mengungkapkan fakta ke publik bukan untuk pamer, melainkan sebagai respons atas ucapan Sarwendah. |
|
Pihak Sarwendah (Chris Sam Siwu) |
• Meminta agar konflik segera disudahi demi menjaga kondisi psikologis anak-anak. • Menegaskan bahwa nominal Rp200 juta bukanlah paksaan dari Sarwendah, melainkan hasil kesepakatan tertulis yang sudah ditandatangani Ruben Onsu. • Meminta agar masing-masing pihak fokus menjalankan kewajiban sesuai kesepakatan tanpa perlu saling memutarbalikkan fakta. |
Hingga berita ini diturunkan, seruan boikot masih terus bergema di linimasa, sementara publik menanti apakah akan ada titik temu damai demi kebaikan anak-anak yang kini diasuh oleh Sarwendah tersebut.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo