SOLOBALAPAN, FILM — Industri perfilman Korea Selatan kembali menghadirkan karya terbaru yang memacu adrenalin.
Film horor berjudul Salmokji: Whispering Water telah resmi tayang sejak 1 Mei 2026 dan langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta genre supranatural.
Film ini menawarkan atmosfer mencekam dengan mengangkat lokasi yang jarang dieksplorasi, yakni sebuah waduk yang menyimpan misteri kelam dan rahasia masa lalu yang mengerikan.
Sinopsis: Syuting yang Berujung Maut
Kisah dalam Salmokji: Whispering Water berfokus pada sebuah tim produksi film yang memutuskan untuk kembali ke lokasi syuting di sebuah waduk terpencil.
Keputusan ini diambil setelah mereka menemukan sosok tak dikenal yang tertangkap kamera secara tidak sengaja dalam rekaman sebelumnya.
Niat untuk melakukan pengambilan gambar ulang (retake) justru berubah menjadi mimpi buruk. Situasi menjadi tak terkendali ketika:
-
Munculnya Entitas Misterius: Bayangan gelap mulai mengintai dari kedalaman air waduk yang pekat.
-
Kejadian Ganjil: Satu per satu kru mengalami teror psikologis dan fisik yang tidak dapat dijelaskan secara logika.
-
Rahasia Terpendam: Terungkapnya fakta bahwa waduk tersebut bukanlah sekadar perairan biasa, melainkan tempat bersemayamnya kekuatan jahat.
Teror Psikologis Berdurasi 95 Menit
Film ini memiliki durasi 95 menit dengan rating dewasa.
Berbeda dengan film horor pada umumnya yang hanya mengandalkan jumpscare, sutradara sekaligus penulis naskah Lee Sang-min lebih memilih membangun ketegangan secara perlahan melalui horor psikologis dan visual yang gelap.
Penggunaan nuansa remang-remang dan suara bisikan air menciptakan pengalaman imersif bagi penonton.
Jajaran Pemain dan Produksi
Kesuksesan film ini tidak lepas dari performa akting para pemainnya. Salmokji: Whispering Water dibintangi oleh deretan aktor dan aktris berbakat, antara lain:
-
Kim Hye-yoon
-
Lee Jong-won
-
Kim Jun-han
-
Oh Dong-min
-
Jang Dang-a
Didistribusikan oleh Showbox, perusahaan raksasa yang kerap melahirkan film box office di Korea Selatan, film ini diprediksi akan menjadi salah satu karya horor yang paling diperhitungkan sepanjang tahun 2026.
(Riza Hidayatulloh/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo