SOLOBALAPAN, ENTERTAINMENT — Prahara yang menimpa Rien Wartia Trigina alias Erin, mantan istri Andre Taulany, semakin memanas.
Setelah dilaporkan oleh seorang ART bernama Hera atas dugaan penganiayaan fisik, kini muncul asisten rumah tangga lain bernama Nia yang turut membongkar pengalaman pahitnya selama bekerja di rumah tersebut.
Kesaksian Nia menambah daftar panjang tudingan miring terhadap perilaku Erin, mulai dari masalah upah yang tidak layak hingga penahanan dokumen pribadi.
Gaji di Bawah UMR Jakarta dan KTP Ditahan
Dalam pengakuannya, Nia menyebut bahwa pendapatan yang ia terima sebagai ART di keluarga pesohor tersebut ternyata jauh di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP/UMR) Jakarta.
-
Nominal Gaji: Nia mengaku digaji sebesar Rp3 juta per bulan. Rinciannya, Rp2,5 juta ditanggung oleh Andre Taulany dan sisanya Rp500 ribu dibayar oleh Erin karena beban kerja tambahan memegang anak-anak.
-
Penahanan KTP: Saat memutuskan berhenti setelah enam bulan bekerja, Nia mengklaim KTP miliknya masih ditahan oleh Erin.
-
Gaji Belum Lunas: Nia menyebut Erin masih menunggak sisa gajinya sebesar Rp500 ribu dan memintanya datang langsung ke rumah jika ingin mengambil uang serta KTP tersebut. Namun, Nia menolak karena trauma dan takut dipaksa bekerja kembali.
Tuntutan Kerja "Perfeksionis" yang Berat
Nia menggambarkan sosok Erin sebagai orang yang sangat perfeksionis. Ia dituntut bekerja ekstra detail, bahkan untuk hal-hal yang biasanya dikerjakan oleh tenaga pria.
"Kerjanya harus perfek dan harus angkat-angkat meja sofa, belum patung-patung yang kecil, dan naruhnya tidak boleh kegeser walau 1 cm," ungkap Nia dilansir dari tayangan Cumi-Cumi Indigo (4/5/2026).
Nia mengaku sempat syok dengan kata-kata kasar yang dilontarkan Erin saat dirinya tidak sengaja menjatuhkan jam dinding.
Ia juga merasa "terperangkap" karena prosedur izin pulang yang sangat sulit jika tidak mendapatkan restu dari sang majikan.
Erin Bantah Penganiayaan dan Lapor Balik
Menanggapi gelombang tuduhan dari para mantan ART-nya, Erin Wartia dengan tegas membantah adanya penyiksaan.
Ia mengaku memiliki bukti kuat berupa rekaman CCTV dan saksi-saksi di rumah, termasuk pihak keamanan dan pengurus lingkungan (RW).
Tak tinggal diam, Erin telah melaporkan balik dua mantan ART-nya, Nia Damanik dan Hera, ke pihak berwajib atas dugaan Pencemaran Nama Baik.
Menurut Erin, laporan penganiayaan yang dilayangkan Hera adalah fitnah, apalagi Hera tercatat belum genap satu bulan bekerja di rumahnya.
"Semua sudah ada bukti-buktinya, CCTV yang di rumah, saksi ART, security terutama. Biar proses semua," tegas Erin.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo