SOLOBALAPAN, NASIONAL — Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan perseteruan antara selebgram Julia Prastini alias Jule dengan mantan suaminya, Na Daehoon.
Kontroversi terbaru ini dipicu oleh unggahan kekasih Jule, Safrie Ramadhan, yang melibatkan anak-anak hasil pernikahan Jule dan Daehoon dalam sebuah konten yang dinilai tidak pantas.
Unggahan Safrie yang menyertakan keterangan bernada candaan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, mulai dari sang ayah kandung hingga deretan publik figur Tanah Air.
Kecaman Pedas dari Bunga Jelitha
Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani, tidak bisa membendung rasa muaknya terhadap tingkah laku Jule dan Safrie.
Melalui aplikasi Threads, istri Syamsir Alam ini memberikan komentar menohok yang langsung menjadi sorotan netizen.
Bunga bahkan secara terang-terangan menyebut Jule telah gagal dalam peran domestiknya.
"Sorry banget Jule, dengan berat hati gue bilang, lu udah gagal jadi istri, gagal juga jadi ibu," tulis Bunga Jelitha (1/5/2026).
Ia juga menggunakan perumpamaan yang sangat keras untuk menggambarkan kekesalannya terhadap pasangan tersebut, menunjukkan betapa dalamnya simpati publik terhadap kondisi psikologis anak-anak Daehoon yang dijadikan alat konten.
Jerome Polin Soroti Fenomena Lupa Massal
YouTuber kondang Jerome Polin juga turut angkat bicara. Pria lulusan Universitas Waseda ini menyoroti bagaimana narasi publik bisa berubah begitu cepat.
Jerome menyayangkan momen saat Jule muncul di konten YouTube lain setelah isu perselingkuhannya terbongkar, yang justru membuat sebagian netizen "lupa" dan malah memberikan dukungan karena alasan fisik.
Jerome pun mempertanyakan sulitnya menerapkan cancel culture yang tegas di Indonesia terhadap figur publik yang melakukan kesalahan fatal.
"Segampang itu kah lupa? Segampang itu disetir? Sesusah itu kah meng-cancel?" tanya Jerome melalui unggahan Instagram pribadinya.
Seruan Cancel Culture
Senada dengan Jerome, konten kreator By Rlia juga menyerukan agar masyarakat mulai menerapkan cancel culture kepada Jule.
Hal ini dimaksudkan sebagai sanksi sosial agar tindakan yang dianggap tidak pantas, terutama yang melibatkan eksploitasi anak dan isu moralitas, tidak dianggap sebagai hal yang lumrah.
Hingga saat ini, Na Daehoon sendiri masih menunjukkan keberatan yang mendalam karena menilai keterlibatan anak-anaknya dalam konten Safrie berpotensi memberikan dampak buruk pada pertumbuhan mereka.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo