SOLOBALAPAN, ENTERTAINMENT— Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya horor yang sangat relevan dengan fenomena sosial masa kini.
Mengangkat tema penyakit spiritual yang bersumber dari rasa iri dengki, film bertajuk Ain dijadwalkan mulai menyapa penonton di layar lebar pada awal Mei 2026 mendatang.
Rumah produksi MVP Pictures berkolaborasi dengan Manara Studios untuk menggarap film ini.
Di bawah arahan sutradara Archie Hekagery, yang juga bertindak sebagai penulis naskah, film ini mencoba membedah mitos sekaligus keyakinan tentang penyakit ain yang bisa melukai seseorang hanya melalui tatapan mata penuh hasad.
Baca Juga: Sinopsis Film Gudang Merica: Kisah Ardhito Pramono Jadi Mahasiswa Koas yang Terjebak Teror Mistis
Petaka di Balik Konten "Flexing" Beauty Influencer
Cerita berfokus pada kehidupan Joy (Freggie Britany), seorang beauty influencer yang gemar memamerkan kecantikan, kemewahan, dan bentuk tubuh idealnya di media sosial.
Joy sangat haus akan perhatian dan sering melakukan siaran langsung, termasuk saat melakukan perawatan tubuh intensif, demi mendapatkan pujian dari para pengikutnya.
Sahabat Joy, Dini (Putri Ayudya), yang lebih memahami sisi religius, berkali-kali mengingatkan Joy tentang bahaya ain sebagaimana yang tercantum dalam riwayat hadis Islam.
Dini menyarankan agar Joy lebih menutup diri dan tidak terlalu terbuka memamerkan kelebihan yang dimilikinya. Namun, nasihat tersebut justru dianggap angin lalu oleh Joy.
Memudarnya Pesona dan Teror Psikis
Perselisihan paham tersebut akhirnya merusak hubungan kedua sahabat ini.
Joy yang merasa di atas angin mulai mengolok-olok Dini hingga akhirnya ia mengalami kejadian luar biasa pada dirinya sendiri.
Perlahan namun pasti, pesona kecantikan yang selama ini dibanggakan Joy mulai memudar dan berganti dengan berbagai cobaan aneh.
Tak hanya menyerang fisik dengan kondisi yang tidak masuk akal secara medis, teror tersebut juga menghantam kondisi psikis Joy.
Film ini menggambarkan bagaimana dampak mengerikan dari sifat riya atau pamer yang berkelanjutan dapat mengundang energi negatif dari ribuan mata yang mendengki di dunia maya.
Prestasi Internasional Sebelum Tayang
Meskipun baru akan dirilis secara resmi, film Ain sudah mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus pasar internasional.
Produser kawakan Raam Punjabi mengungkapkan bahwa distributor dari Malaysia dan Kamboja bahkan berani meminta hak tayang tanpa melihat sinopsis maupun trailer terlebih dahulu.
"Semangat saya tambah waktu Rusia minta film ini ditayangkan lebih dulu," ujar Raam Punjabi saat memberikan keterangan di Epicentrum, Jakarta Selatan, 8 April 2026 lalu.
Hal ini membuktikan bahwa isu yang diangkat memiliki daya tarik universal, terutama di tengah maraknya tren memamerkan harta dan rupa di platform digital.
Melalui cuplikan yang diunggah akun resmi @filmain.official, film ini menyelipkan pesan kuat bagi masyarakat: "Satu mata memuji, seribu mata mendengki". Sebuah peringatan nyata agar lebih bijak dalam bersikap di era keterbukaan informasi saat ini.
(did/riza hidayatulloh)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo