SOLOBALAPAN, ENTERTAINMENT— Kabar menarik datang dari dunia perfilman tanah air.
Sosok multitalenta Imam Darto, yang selama ini dikenal sebagai penyiar radio, komedian, hingga penulis skenario, kini melangkah lebih jauh dengan debut sebagai sutradara.
Film terbarunya yang mengusung genre horor komedi dijadwalkan akan menghiasi layar lebar pada Mei 2026 mendatang.
Tidak hanya menyutradarai, Darto juga turun tangan langsung dalam penulisan naskah bersama Sesa Nasution dan Warman Nasution.
Proyek ambisius ini diproduksi oleh MVP Pictures dengan keterlibatan tangan dingin produser legendaris, Raam Punjabi.
Teror Mayat Hilang di Rumah Sakit Harapan Ayah
Berdasarkan informasi dari Cinema XXI, film ini mengambil latar tempat di sebuah rumah sakit sepi bernama Harapan Ayah.
Cerita berfokus pada seorang pemuda bernama Razi (Ardhito Pramono) yang sedang menjalani masa koas bersama tiga rekan mahasiswa kedokteran lainnya.
Malam penjagaan yang semula dianggap sebagai rutinitas medis biasa berubah menjadi mencekam ketika seorang pasien tanpa identitas meninggal di tangan mereka.
Suasana semakin kacau saat jenazah pasien tersebut tiba-tiba hilang secara misterius.
Sejak saat itu, Razi dan kawan-kawan mulai dihantui oleh bayangan menyeramkan serta suara-suara aneh yang memaksa mereka berhadapan dengan misteri di luar logika medis.
Kolaborasi Komedian dan Aktor Berbakat
Film yang juga dipromosikan melalui akun Instagram @filmgudangmerica ini menampilkan jajaran pemain yang menjanjikan perpaduan akting serius dan humor segar.
Selain Ardhito Pramono, film ini dibintangi oleh Zulfa Maharani, Arla Ailani, dan Fatih Unru.
Sentuhan komedi dipastikan akan terasa kental dengan kehadiran para komedian berbakat seperti Benidictus Siregar dan Rizky Inggar.
Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara ketegangan horor dengan aksi-aksi jenaka saat para karakter berusaha bertahan hidup dari gangguan entitas tak kasat mata.
Ritual yang Berujung Bencana
Melalui trailer resmi yang telah dirilis, penonton diperlihatkan suasana rumah sakit yang lembap, dingin, dan sunyi melalui sinematografi yang apik.
Salah satu potongan adegan menunjukkan para mahasiswa koas tersebut mencoba melakukan sebuah ritual untuk melawan ancaman supranatural yang mengejar mereka.
Namun, upaya tersebut justru menjadi bumerang dan memicu serangkaian kejadian tidak terduga yang semakin membahayakan nyawa mereka.
Perpaduan antara misteri yang dibalut humor khas Imam Darto ini menjadi salah satu film yang paling dinanti oleh para penggemar film horor di Indonesia tahun ini.
(did/riza hidayatulloh)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo