SOLOBALAPAN, NASIONAL — Perjalanan hijrah Ruben Onsu yang memutuskan memeluk agama Islam pada Lebaran 2025 lalu kini tengah diuji.
Di tengah semangatnya memperdalam ajaran agama dan merintis bisnis mukena, ayah dari Betrand Peto ini justru menjadi korban dugaan penipuan oleh rekan bisnisnya sendiri yang bernama Philipus Suprihatin.
Niat mulia Ruben untuk menyediakan perlengkapan ibadah dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Uang senilai miliaran rupiah yang telah ditransfer Ruben ternyata tidak pernah sampai ke pihak pabrik, sehingga mukena yang dipesan tidak pernah diproduksi sama sekali.
Awal Mula Kerja Sama dan Janji Manis
Pengacara Ruben, Minola Sebayang, membeberkan bahwa masalah ini bermula sekitar tiga bulan sebelum Ramadhan. Ruben dikenalkan kepada Philipus oleh seorang temannya.
Philipus mengaku bisa menjadi jembatan antara Ruben dengan PT Venteny Fortuna Indo untuk memproduksi mukena berkualitas tinggi.
Tertarik dengan momentum menjelang Lebaran, Ruben menyepakati perjanjian bisnis bagi hasil dengan komposisi 60-40. Nilai kontrak yang digelontorkan Ruben disebut mencapai Rp5,5 miliar.
Atas dasar kepercayaan, Ruben melakukan serangkaian transfer ke rekening pribadi Philipus dan rekening perusahaan tersebut.
Modus Biaya "Hiburan" dan Penyamaran
Dalam melancarkan aksinya, Philipus meminta uang dengan dua alasan utama. Pertama, untuk pembayaran uang muka (DP) kepada pabrik agar produksi segera dimulai.
Kedua, Philipus meminta biaya hiburan atau entertainment dengan dalih guna mencari pabrik dengan harga dan bahan terbaik bagi bisnis Ruben.
Kecurigaan muncul ketika mukena yang dijanjikan tak kunjung ada hingga Lebaran berlalu.
Minola menyebut kliennya menduga Philipus memainkan banyak peran sekaligus untuk meyakinkan korban.
Philipus diduga berpura-pura menjadi admin perusahaan untuk memanipulasi komunikasi agar Ruben tetap percaya bahwa proses produksi sedang berjalan.
Dugaan Sindikat dan Langkah Hukum
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ditemukan fakta mengejutkan bahwa bukan hanya Ruben yang menjadi korban.
Ada beberapa pihak lain yang melaporkan rekam jejak serupa terkait PT tersebut.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa Philipus merupakan bagian dari sindikat penipuan yang sudah piawai dalam menjaring korban.
"Memang ini sudah patut diduga suatu sindikat jaringan yang memang mereka piawai sekali," ungkap Minola Sebayang saat ditemui di kantornya, Selasa (21/4/2026). Saat ini, nomor kontak Philipus sudah tidak dapat dihubungi dan ia menghilang tanpa memberikan pertanggungjawaban atas dana yang dibawa lari.
Meskipun merasa sangat dirugikan, Ruben Onsu diketahui sempat mengunggah foto Philipus di media sosial sebelum akhirnya dihapus kembali.
Langkah ini diambil sebagai upaya persuasif agar Philipus mau muncul dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Ruben masih membuka pintu damai sebelum akhirnya benar-benar menempuh jalur hukum ke pihak berwajib.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo