Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sinopsis Film Para Perasuk: Angga Yunanda hingga Maudy Ayunda Adu Akting, Angkat Tradisi Ritual Kerasukan Berjamaah

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 21 April 2026 | 21:07 WIB
Poster film para perasuk (DOK. @filmparaperasuk)
Poster film para perasuk (DOK. @filmparaperasuk)

SOLOBALAPAN, NASIONAL — Layar lebar Indonesia bersiap menyambut karya ambisius berjudul Para Perasuk yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 23 April 2026.

Film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang tidak biasa dengan menyelami sebuah ritual unik dan mendalam.

Diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia di bawah naungan Rekatastudio, film ini menggandeng sederet aktor papan atas seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, hingga penyanyi legendaris Anggun C Sasmi.

Mereka akan menghidupkan alur cerita yang berlatar di sebuah desa pinggiran kota bernama Desa Latas.

Ritual Pesta Kerasukan di Desa Latas

Desa Latas dikenal dengan tradisi turun-temurun yang sangat ekstrem: pesta kerasukan. Bagi masyarakat setempat, kerasukan bukan sekadar hiburan atau fenomena mistis belaka, melainkan bagian dari identitas kehidupan yang sudah mengakar kuat.

Baca Juga: Film Ikatan Darah Karya Iko Uwais Siap Guncang Bioskop Mulai 30 April, Banjir Pujian Internasional dengan Aksi Brutal dan Koreografi Epik

Konflik dalam film mulai memuncak ketika mata air keramat, yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para roh, terancam digusur oleh kepentingan modernisasi.

Bayu (Angga Yunanda), seorang pemuda berusia 20 tahun, bertekad menjadi perasuk utama dalam pesta besar-besaran tersebut.

Misinya sangat mulia, yakni mengumpulkan dana untuk menebus kembali tanah budaya dan mata air keramat yang mereka cintai agar tidak jatuh ke tangan pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi.

Prestasi Internasional Sebelum Rilis Resmi

Film besutan sutradara Wregas Bhanuteja ini telah mengukir prestasi mentereng sebelum resmi tayang.

Para Perasuk berhasil meraih CJ ENM Award di ajang Asian Project Market (APM) 2024 Busan, bersaing dengan ratusan film dari puluhan negara.

Puncaknya, film ini mendapatkan Standing Ovation saat berkompetisi di Sundance Film Festival 2026.

Masuk dalam kategori World Cinema Dramatic Competition, Para Perasuk berhasil menyingkirkan ribuan pendaftar dari 164 negara, menjadikannya salah satu film non-bahasa Inggris paling bergengsi di ajang tersebut.

Kolaborasi Global dan Pertahanan Tradisi

Kekuatan film ini juga terletak pada kolaborasi lintas negara. Rekata Studio bekerja sama dengan rumah produksi asal Singapura, Momo Film Co., serta mendapatkan hibah pascaproduksi dari Purin Pictures (Thailand).

Bahkan, teaser film ini sempat ditayangkan di televisi Prancis dalam acara Les Enfants de la Tele saat Anggun C Sasmi hadir sebagai bintang tamu.

Di tengah era modernisasi, warga Desa Latas tetap memilih menjaga tradisi mereka seerat mungkin.

Perjuangan Bayu akan didampingi oleh Laksmi (Maudy Ayunda), seorang pelamun yang kerap dirasuki roh hewan.

Keduanya menjadi garda terdepan dalam melindungi warisan budaya melalui ritual kerasukan yang intens dan penuh emosi.

(did/riza hidayatulloh)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#angga yunanda #Film Para Perasuk #Maudy Ayunda #sinopsis