SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh pernyataan seorang influencer.
Kali ini, selebgram Cut Rizki mendadak jadi sorotan dan perbincangan hangat warganet lantaran opini pribadinya mengenai rutinitas ibadah sahur di bulan puasa.
Pernyataannya yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya itu dinilai memicu pro dan kontra, hingga memancing beragam reaksi keras dari publik.
Sebut Sahur Ganggu Waktu Tidur
Kontroversi ini bermula ketika Cut Rizki mengunggah sebuah video pendek di TikTok.
Dalam video tersebut, ia secara terang-terangan menyebut bahwa bangun untuk makan sahur dapat mengganggu waktu tidur, dan menurutnya, tidak semua orang cocok dengan rutinitas tersebut.
Sebagai gantinya, selebgram ini mengaku memiliki kebiasaan sendiri.
Ia lebih memilih untuk makan dengan porsi lebih banyak di malam hari sebelum tidur, sehingga tidak perlu lagi repot bangun di sepertiga malam untuk sahur, dan bisa langsung beristirahat dengan tenang hingga pagi.
Reaksi Keras Warganet dan Masuk Akun Gosip
Tak butuh waktu lama, video pernyataan tersebut langsung viral dan menuai banyak kritik.
Sebagian warganet menilai ucapan Cut Rizki terkesan meremehkan anjuran sahur yang sangat lekat dengan ajaran Islam.
Topik ini semakin memanas setelah potongan videonya diunggah ulang oleh akun gosip populer, Lambe Turah. Kolom komentar pun langsung dibanjiri pro dan kontra.
Banyak netizen yang mengingatkan Cut Rizki bahwa sahur bukan sekadar aktivitas makan malam yang dipindah waktunya, melainkan ibadah yang memiliki nilai keberkahan tersendiri.
Namun, di sisi lain, ada pula sebagian pengikutnya yang membela dan menilai bahwa hal tersebut murni hanya preferensi serta pendapat pribadi sang selebgram.
Sayangnya, perdebatan ini juga diwarnai dengan komentar-komentar bernada negatif, bahkan sumpah serapah dan doa yang tidak baik yang dialamatkan kepada Cut Rizki.
Pandangan Syariat Islam
Jika ditarik dari sudut pandang ajaran Islam, sahur memang merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW karena terdapat keberkahan di dalamnya.
Meski begitu, sahur bukanlah syarat sah untuk berpuasa.
Selama rukun puasa—seperti niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga magrib—terpenuhi, maka puasa seseorang tetap terhitung sah meski ia melewatkan waktu sahur.
Hingga berita ini diturunkan, video pernyataan tersebut masih menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, memicu diskusi publik mengenai pentingnya bijak dalam menyampaikan opini di ruang digital, terutama terkait isu agama. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo