SOLOBALAPAN.COM – Industri musik Indonesia kembali kehilangan salah satu talenta terbaiknya.
Vokalis band Element, Lucky Widja, mengembuskan napas terakhir pada Minggu (25/1/2026) malam pukul 22.26 WIB di usia 49 tahun.
Kepergian pelantun lagu "Rahasia Hati" ini diduga kuat akibat komplikasi penyakit Tuberkulosis (TB) Ginjal yang telah dideritanya sejak tahun 2022.
Penyakit langka ini membuat kondisi fisik Lucky menurun drastis hingga mencapai stadium akhir.
Riwayat Penyakit Lucky Widja: Berjuang Hingga Stadium 5
Dalam sebuah sesi bincang di kanal YouTube Ferdy Tahier, mendiang Lucky Widja pernah mengungkapkan bahwa dirinya menderita TB Ginjal yang cukup parah.
Penyakit tersebut telah memasuki stadium 5, yang menyebabkan berat badannya menyusut drastis dan mengganggu fungsi saluran kemihnya secara permanen.
Mengenal TB Ginjal: Infeksi yang Menyerang Diam-Diam
Dilansir dari laman kesehatan Hello Sehat, Tuberkulosis Ginjal adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ ginjal.
Meskipun umumnya TBC dikenal menyerang paru-paru, bakteri ini dapat menyebar melalui aliran darah ke organ lain (ekstrapulmonal), termasuk sistem perkemihan.
Berbeda dengan TBC paru, TB Ginjal sering kali bersifat asimtomatik (tidak menunjukkan gejala) pada tahap awal, sehingga penderita sering terlambat mendapatkan penanganan medis.
Gejala yang Wajib Diwaspadai
Mengingat gejalanya yang tidak spesifik, masyarakat diimbau untuk waspada jika merasakan tanda-tanda berikut:
- Hematuria: Air kencing bercampur darah.
- Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat: Terutama di malam hari.
- Nyeri Pinggang: Terasa nyeri di bagian pinggang atau perut bawah.
- Gejala Sistemik: Demam ringan yang hilang timbul, mudah lelah, dan penurunan berat badan secara signifikan tanpa sebab yang jelas.
Dampak Fatal dan Risiko Gagal Ginjal
Jika tidak ditangani secara tepat, TB Ginjal dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan ginjal.
Hal ini berujung pada Gagal Ginjal, di mana penderita harus menjalani prosedur cuci darah (hemodialisa) rutin atau melakukan transplantasi ginjal sebagai upaya terakhir. (dam)
Editor : Damianus Bram