Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Broken Strings 'Meledak' hingga Viral di Mana-mana, Aurelie Moeremans Malah Dapat Bukti Baru Soal Child Grooming usai Dapat Ancaman

Laila Zakiya • Minggu, 25 Januari 2026 | 17:43 WIB

 

Aurelie Moeremans dan bukunya berjudul Broken Strings.
Aurelie Moeremans dan bukunya berjudul Broken Strings.

SOLOBALAPAN.COM - Kesuksesan buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans menjadi fenomena besar di dunia literasi dan media sosial.

Buku yang membongkar pengalaman pahit masa lalu itu telah diklik lebih dari 23 juta kali dan memicu diskusi luas soal trauma serta child grooming.

Namun di balik sorotan positif, Aurelie justru harus menghadapi ancaman dan intimidasi yang kembali membuka luka lama.

Viral Justru Picu Intimidasi dan Ancaman

Sejak awal, Aurelie Moeremans menyadari bahwa keputusannya untuk berbicara terbuka bukan tanpa risiko.

Ia mengaku sudah menduga akan muncul tekanan dari masa lalunya setelah Broken Strings dirilis ke publik.

"Ketakutan aku adalah diancam lagi seperti waktu aku masih SMA. Udah lama banget sih, tapi walaupun udah 16 tahun yang lalu, sampai sekarang tokoh yang ada di buku ini masih apa ya... masih memantau setiap langkah aku gitu rasanya," aku Aurelie.

Tak hanya ancaman personal, Aurelie juga menyoroti adanya pihak yang secara aktif melakukan siaran langsung di media sosial dengan pernyataan yang dinilainya menyudutkan dan intimidatif.

"Ada satu pihak yang sibuk live di social media dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menurut aku sangat intimidatif. Dia tuh ya siri (sibuk sendiri)," bebernya.

Dugaan Serangan Buzzer hingga Upaya Pembungkaman

Tekanan yang diterima Aurelie tak berhenti di sana.

Ia mengungkap adanya upaya sistematis untuk menjatuhkan namanya melalui buzzer dan influencer berbayar.

Informasi tersebut, menurutnya, datang langsung dari orang-orang yang sempat dihubungi pihak tertentu.

"Sampai ada buzzer-buzzer dan influencer kayaknya, ada yang kontak aku bilang bahwa ada satu pihak yang mau menjatuhkan nama aku dengan kasih imbalan. Itu udah nggak ngaruh ke aku, kayak aku... aku sampai ngomong ke salah satu kayak 'ambil aja, lumayan' gitu," ungkap Aurelie.

Meski demikian, istri Tyler Bigenho itu memilih tetap fokus pada pemulihan trauma yang telah ia pendam bertahun-tahun.

Bukti Baru Child Grooming Muncul Usai Buku Viral

Ironisnya, di tengah ancaman yang datang, Aurelie Moeremans justru mendapatkan titik terang.

Setelah Broken Strings dibaca jutaan orang, beberapa individu dari masa lalunya mulai menghubunginya dan memberikan bukti baru terkait kasus child grooming yang dialaminya.

"Ngomong-ngomong soal jalur hukum, sebenarnya kan dahulu aku pernah mau proses ya sama orang tua aku, tetapi memang kata seseorang bukti aku tuh nggak cukup, nggak cukup kuat gitu karena nggak ada video dan lain-lain," ujar Aurelie.

Situasi yang dulu membuatnya merasa tak berdaya kini berbalik arah. Dukungan publik dan keberanian orang-orang untuk bersuara membuka peluang baru yang sebelumnya tertutup.

"Nah, ngomong-ngomong soal bukti kurang kuat, semenjak buku aku keluar ada beberapa orang yang kontak aku dan kasih aku bukti-bukti yang tadinya aku nggak punya," sambungnya.

Pertimbangkan Jalur Hukum dan Komunikasi dengan Pemerintah

Ancaman yang terus berulang membuat Aurelie mulai mempertimbangkan langkah yang lebih serius.

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pemerintah dan tak lagi ingin memilih diam seperti di masa lalu.

"Kami sudah berkomunikasi (dengan pemerintah) dan walaupun awalnya aku nggak berencana mengambil jalur hukum, kalau ancaman dan intimidasi tetap berlanjut terus, ya aku mungkin sebaiknya nggak diam aja kayak dulu," kata Aurelie.

Dengan bukti baru di tangan, posisi Aurelie kini jauh lebih kuat dibandingkan bertahun-tahun lalu.

Tetap Fokus Edukasi dan Perubahan Sosial

Di tengah tekanan dan potensi proses hukum, Aurelie menegaskan bahwa tujuan utamanya merilis Broken Strings bukanlah balas dendam, melainkan edukasi dan perubahan kesadaran masyarakat.

"Tapi tujuan utama aku mengeluarkan buku ini tetap untuk membuat perubahan. Jadi kalau misalnya buku aku bisa bikin orang lebih paham tentang child grooming, orangtua bisa lebih waspada, anak muda jadi lebih ngerti pola-polanya, pesan aku sudah sampai. Aku sudah melakukan apa yang sudah aku lakukan," ungkapnya.

Dukungan publik pun semakin menguat, termasuk dari anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang menyoroti pentingnya perlindungan korban dan regulasi yang lebih tegas.

Menutup refleksinya, Aurelie menyampaikan bahwa keadilan yang dulu tak ia dapatkan kini mulai menemukan jalannya.

"Dahulu aku memang nggak mendapatkan keadilan yang seharusnya jadi hak aku, tetapi kalau misalnya buku ini bisa membantu kalian mendapatkannya, aku menang," pungkasnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #aurelie moeremans #Broken Strings #child grooming #memoar