JAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Liburan awal tahun yang seharusnya menjadi momen hangat bersama keluarga justru berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi Fiersa Besari.
Musisi dan penulis tersebut harus menghadapi kenyataan pahit setelah sang istri, Aqia, mengalami kecelakaan di kawasan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1).
Insiden itu terjadi saat Aqia tengah menurunkan koper dari bagasi taksi. Tanpa diduga, sebuah mobil melaju dan menabraknya hingga tubuh Aqia tergencet. Benturan keras tersebut sempat membuat kondisi ibu satu anak itu mengkhawatirkan.
Manajer Aqia sekaligus saksi mata kejadian, Ubay, mengungkapkan bahwa beruntung tidak ditemukan patah tulang pada tubuh Aqia. Meski demikian, proses pemulihan tetap harus dijalani dengan serius.
“Alhamdulillah tidak ada yang serius, tapi tetap harus rawat jalan,” ujar Ubay saat dihubungi Jawa Pos, Minggu (4/1).
Saat ini, Aqia menjalani masa pemulihan di rumah dan rutin melakukan kontrol ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan dokter, Aqia membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam minggu untuk pulih sepenuhnya. Selama masa tersebut, ia dilarang melakukan aktivitas berat, termasuk olahraga.
Kasus kecelakaan ini sempat bergulir ke ranah hukum dan ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Fiersa Besari diketahui sempat naik pitam lantaran respons pengemudi mobil yang dinilai meremehkan kondisi Aqia. Apalagi, pelaku disebut sempat menawarkan uang damai sebesar Rp200 ribu.
“Lebih marah lagi ketika bapak ini bilang paling keseleo,” tulis Fiersa dalam unggahan Instagramnya, yang kemudian menuai simpati dari warganet.
Meski demikian, pihak Fiersa akhirnya memilih mencabut laporan tersebut. Ubay menjelaskan keputusan itu diambil dengan pertimbangan kemanusiaan.
“Mengingat usia bapak penabrak sudah tua, laporan kami cabut. Namun kami tetap mengarahkan pihak kepolisian untuk melakukan tindakan penilangan,” tegasnya.
Sementara itu, Aqia berharap kejadian yang dialaminya bisa menjadi perhatian serius pemerintah. Ia mendorong adanya regulasi tegas terkait batasan usia berkendara yang tercantum jelas dalam Surat Izin Mengemudi (SIM), demi keselamatan pengguna jalan.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat bahwa keselamatan di ruang publik, terutama kawasan transportasi, masih menjadi isu krusial yang perlu perhatian semua pihak. (jp/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto