SOLOBALAPAN.COM - Perseteruan antara istri sah Habib Bahar bin Smith, Fadlun Faisal Balghoits, dengan Helwa Bachmid kini memasuki babak baru yang semakin memanas.
Tak terima dengan pengakuan Helwa yang mengaku sebagai istri siri yang diterlantarkan, Fadlun kini secara terbuka mengancam akan menempuh jalur pidana.
Istri sah Habib Bahar ini menegaskan bahwa ia memiliki bukti lengkap untuk membantah semua tudingan Helwa, yang ia anggap sebagai fitnah dan pencemaran nama baik.
Bantah Keras Tudingan Helwa Bachmid
Fadlun Faisal Balghoits membantah seluruh pernyataan Helwa yang viral di media sosial.
Terutama tudingan yang menyebut Helwa tidak mendapatkan perhatian, pendampingan, hingga merasa diterlantarkan selama masa kehamilan dan persalinan.
Menurut pihak istri sah, banyak informasi yang disampaikan Helwa tidak sesuai fakta dan berpotensi menyesatkan publik serta merugikan nama baik keluarga.
Siap Tempuh Jalur Pidana Pencemaran Nama Baik
Fadlun menegaskan bahwa langkah hukum ini bukanlah sekadar ancaman.
Ia menyatakan kesiapannya membawa persoalan ini ke ranah pidana jika Helwa tidak menghentikan berbagai tudingan yang dinilai mencemarkan nama baik tersebut.
Penyebaran informasi yang dianggap fitnah ini dinilai dapat diproses secara hukum, dan pihak istri sah siap "membongkar semua bukti" untuk melawan klaim Helwa.
Bela Suami: 'Dakwah Bukan Berarti Menelantarkan'
Dalam keterangannya, Fadlun juga membela sang suami, Habib Bahar bin Smith.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas dakwah Habib Bahar yang padat membuatnya tidak selalu dapat hadir mendampingi keluarganya secara fisik.
Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menyimpulkan bahwa suaminya telah menelantarkan siapapun di dalam keluarganya.
Menurutnya, tanggung jawab seorang kepala keluarga tidak hanya dilihat dari kehadiran fisik, tetapi juga dari komitmennya.
Klaim Versi Helwa Bachmid
Sebagai pengingat, Helwa Bachmid sebelumnya viral setelah mengaku sebagai istri siri Habib Bahar.
Ia mengisahkan bahwa hanya ibunya yang mendampinginya saat hamil dan bersalin, sementara sang suami tidak pernah hadir.
Puncak kekecewaannya, menurut Helwa, adalah saat ia mengetahui adanya istri lain (di Kalimantan) yang juga sedang hamil enam bulan, yang ia sebut memberi dampak besar pada kondisi mentalnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo