SOLOBALAPAN.COM – Film horor lokal Dasim, yang dirilis bulan Mei 2025 (produksi StarVision), hadir sebagai sajian horor yang tidak sekadar mengejutkan.
Film ini berhasil menggabungkan teror Jin Dasim (mitologi yang dipercaya mengganggu rumah tangga) dengan konflik interpersonal keluarga, menjadikannya tontonan wajib bagi pencinta genre horor yang mencari kedalaman psikologis dan sosial.
Latar Cerita: Gangguan Jin di Tengah Keretakan Keluarga
Cerita Dasim disutradarai oleh Ginanti Rona. Film ini mengikuti pasangan muda, Salma (Zulfa Maharani) dan Arman (Omar Daniel), yang kebahagiaannya terancam setelah gangguan mistis dimulai saat mereka pindah ke rumah ibu Arman (Meriam Bellina).
Film ini menggunakan mitologi Jin Dasim sebagai basis cerita. Jin ini dipercaya dapat menyerang dan merusak hubungan rumah tangga, menyerang pasangan dari dalam dan luar, memberikan lapisan konteks sosial-kultural yang khas.
Aspek paling menarik dari film ini adalah bagaimana teror jin bercampur dengan masalah komunikasi, kehamilan, dan konflik mertua-menantu.
Hal ini memberi sensasi ganda, dimana ketakutan akan makhluk gaib dan ketakutan akan rusaknya hubungan manusia.
Keunggulan Teknik: Atmosfer Sesak dan Sound Design
Salah satu keunggulan Dasim adalah bagaimana atmosfernya dibangun secara detail, membuat penonton merasa sesak tanpa harus mengandalkan jumpscare murahan.
Dari visual telihat pencahayaan gelap tetapi tidak berlebihan, menciptakan sudut ruangan yang terasa sesak.
Lalu penggunaan sound design yang detail (suara desisan, langkah kaki, bisikan misterius) tanpa harus mengandalkan musik keras secara terus-menerus.
Film ini membuat penonton bertanya, apakah gangguan itu murni jin, atau stres psikologis akibat konflik rumah tangga yang meruncing.
Kenapa Harus Ditonton?
Dasim layak ditonton karena menawarkan pengalaman horor yang berbeda, dimana ia menyentuh isu sensitif seperti kehamilan dan perasaan terpinggirkan dalam bingkai cerita horor, menjadikannya mencekam secara emosional dan relatable bagi penonton modern. (mg2/dam)
Editor : Damianus Bram