Part Time Atau Kantoran? Gen Z Mulai Memilih Cara Kerja Yang Lebih Fleksibel

Rahma Azra Calista • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:44 WIB
Ilustrasi anak muda menjalani pekerjaan dengan waktu yang lebih fleksibel. (AI Generated)
Ilustrasi anak muda menjalani pekerjaan dengan waktu yang lebih fleksibel. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM – Pagi kuliah, siang kerja beberapa jam. Besoknya jadwal bisa berbeda lagi.

Ada anak muda yang memilih mengambil pekerjaan paruh waktu, menerima proyek, atau mengisi waktu luang dengan pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa terikat jam kantor.

Bagi mereka, bekerja tidak selalu berarti berangkat pagi dan pulang sore.

Selama bisa menghasilkan uang, pekerjaan dapat disesuaikan dengan kegiatan lain.

Baca Juga: On This Day: 10 Kejadian Penting Di Tanggal 23 Agustus! Ada KMB Dan Pidato Presiden Soekarno

Cara seperti ini cukup menarik bagi mereka yang masih kuliah atau belum ingin terikat pada pekerjaan penuh waktu.

Mereka tetap bisa mendapatkan penghasilan dan pengalaman tanpa meninggalkan kesibukan utama.

Tapi ada satu hal yang perlu dipikirkan: kalau pekerjaannya fleksibel, apakah penghasilannya juga bisa diandalkan?

Tidak Harus Langsung Duduk di Kantor

Setelah lulus sekolah atau kuliah, bekerja di kantor memang masih menjadi pilihan banyak orang.

Namun, sebagian anak muda memilih mengambil pekerjaan sambilan lebih dulu.

Ada yang menjadi penjaga toko, admin, pengajar les, pekerja acara, atau menerima proyek sesuai kemampuan.

Bagi mahasiswa, pekerjaan beberapa jam bisa dijalankan setelah kuliah tanpa mengganggu kegiatan utama.

Dari pekerjaan seperti ini, mereka juga bisa mencoba berbagai bidang. Pengalaman yang terkumpul dapat membantu ketika nantinya ingin mencari pekerjaan yang lebih serius.

Baca Juga: Pose “Mangu” Saat Berdoa, Fadly Faisal dan Maudy Effrosina Rayakan 2 Tahun Pacaran Beda Agama

Waktu Jadi Pertimbangan

Alasan memilih kerja part time sering kali sederhana: ingin tetap punya waktu untuk hal lain.

Mahasiswa masih perlu kuliah dan mengerjakan tugas.

Ada pula yang ingin mengikuti organisasi, belajar keterampilan baru, atau menjalankan usaha kecil-kecilan.

Dengan jam kerja yang lebih sedikit, kegiatan tersebut masih bisa berjalan.

Penghasilan pun tetap didapat dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau ditabung.

Pekerjaan yang awalnya hanya sambilan bahkan bisa berkembang. Dari satu proyek, datang pekerjaan lain. Keterampilan dan pengalaman pun ikut bertambah.

Masalahnya, Pekerjaan Tidak Selalu Datang

Di sinilah pekerjaan fleksibel punya sisi lain.

Pekerjaan part time atau proyek lepas tidak selalu ramai setiap bulan. Hari ini ada pekerjaan, minggu depan belum tentu.

Jumlah uang yang diterima pun bisa berubah.

Sementara kebutuhan tetap berjalan. Uang makan, ongkos, pulsa, biaya kuliah, dan kebutuhan lain tetap harus disiapkan.

Baca Juga: Kenapa Suara Hujan Bikin Sebagian Orang Lebih Mudah Tidur?

Misalnya bulan ini mendapat beberapa pekerjaan dengan penghasilan cukup besar. Bulan berikutnya ternyata sepi. 

Pemasukan turun, sementara pengeluaran masih sama.

Karena itu, pekerjaan fleksibel membutuhkan perhitungan yang lebih teliti. Penghasilannya tidak selalu bisa diperkirakan seperti gaji yang diterima rutin setiap bulan.

Kalau Dibandingkan dengan Kerja Kantoran?

Kerja penuh waktu punya kelebihan dari sisi kepastian. Jadwal lebih jelas dan, pada banyak pekerjaan, gaji diterima secara rutin.

Bagi orang yang punya banyak kebutuhan tetap, kondisi tersebut membuat pengaturan uang lebih mudah.

Ada angka yang bisa dijadikan patokan setiap bulan.

Kerja part time menawarkan hal berbeda. Waktu lebih longgar, tetapi pemasukan bisa berubah-ubah.

Seorang mahasiswa mungkin lebih terbantu dengan pekerjaan beberapa jam sehari.

Namun, bagi seseorang yang harus memenuhi banyak kebutuhan rutin, penghasilan tetap bisa menjadi pertimbangan yang lebih penting.

Baca Juga: Ghea Indrawari Kenakan Hijab Saat Manggung di Tasikmalaya, Warganet Ramai Puji Kecantikannya

Jangan Cuma Lihat Nominalnya

Besarnya bayaran bukan satu-satunya hal yang perlu dilihat sebelum menerima pekerjaan.

Sistem pembayaran, durasi kerja, tugas yang harus dilakukan, hingga kesepakatan jika pekerjaan berhenti lebih awal perlu diketahui sejak awal.

Perlindungan sosial juga jangan dilupakan.

Pekerja yang tidak mendapat fasilitas dari perusahaan perlu mencari tahu perlindungan yang bisa diikuti.

Hal-hal tersebut mungkin terasa sepele ketika pekerjaan baru dimulai. Ketika pekerjaan berhenti atau muncul masalah, barulah keberadaannya terasa penting.

Jadi, Pilih yang Mana?

Kerja part time bisa cocok bagi anak muda yang masih kuliah, sedang mencari pengalaman, atau membutuhkan waktu yang lebih bebas.

Kerja kantoran juga tetap menarik bagi mereka yang menginginkan jadwal dan pemasukan yang lebih teratur.

Pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan masing-masing. Jangan memilih pekerjaan hanya karena terlihat lebih bebas, tetapi lupa menghitung pemasukan dan pengeluaran.

Part time memberi waktu yang lebih longgar, sementara kerja kantoran menawarkan kepastian yang lebih mudah diprediksi.

Keduanya punya kelebihan dan risikonya sendiri. Tinggal melihat mana yang paling sanggup dijalani. (Rahma Azra Calista)

Editor : Ferry Ardi Susanto
part time Kerja Kantoran Gen Z ekonomi