5 Inovasi Ramah Lingkungan PT KAI, dari Face Recognition hingga Kereta Hemat Energi

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:04 WIB
PT KAI terus menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui digitalisasi layanan dan modernisasi sarana perkeretaapian. (Radar Banyuwangi)
PT KAI terus menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui digitalisasi layanan dan modernisasi sarana perkeretaapian. (Radar Banyuwangi)

SOLOBALAPAN.COM - Transportasi berkelanjutan menjadi salah satu fokus dalam pengembangan sektor perkeretaapian di Indonesia. 

Sebagai moda transportasi massal, kereta api dinilai lebih efisien dalam penggunaan energi dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi. 

Untuk mendukung upaya tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menghadirkan berbagai inovasi ramah lingkungan dalam operasional maupun pelayanan kepada masyarakat.

Dikutip dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan Face Recognition Boarding Gate di sejumlah stasiun. 

Baca Juga: Lebih Nyaman dan Modern, Ini 5 Keunggulan Kereta Stainless Steel New Generation PT KAI

Teknologi ini memungkinkan penumpang melakukan proses boarding tanpa mencetak boarding pass, sehingga mampu mengurangi penggunaan kertas sekaligus mendukung konsep pelayanan yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, PT KAI juga mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Access by KAI. 

Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat memesan tiket, melakukan perubahan jadwal, hingga memperoleh informasi perjalanan secara daring tanpa perlu menggunakan dokumen cetak. 

Baca Juga: Stasiun Surabaya Kota, Saksi Awal Perkembangan Kereta Api di Jawa Timur

Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah kertas sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan.

Di bidang sarana, PT KAI mulai mengoperasikan Kereta Stainless Steel New Generation yang memiliki bodi lebih tahan korosi dan usia pakai yang lebih panjang. 

Penggunaan material stainless steel membuat kebutuhan perawatan menjadi lebih efisien, sekaligus meningkatkan keandalan armada dalam jangka panjang. 

Kereta generasi baru ini juga dilengkapi sistem pencahayaan Light Emitting Diode (LED) yang lebih hemat energi dibandingkan lampu konvensional.

PT KAI juga terus mendorong penggunaan Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah perkotaan. 

Baca Juga: Fakta Menarik tentang Gerbong Makan di Kereta Api Indonesia

Berbeda dengan kereta berbahan bakar diesel, KRL menggunakan tenaga listrik sehingga tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung selama beroperasi. 

Kehadiran KRL menjadi salah satu solusi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan sekaligus membantu mengurangi kemacetan di kawasan perkotaan.

Upaya ramah lingkungan juga diterapkan melalui pengelolaan sampah di stasiun dan di atas kereta. 

Bersama KAI Services, PT KAI menyediakan tempat sampah terpilah di sejumlah stasiun serta terus mengedukasi penumpang agar menjaga kebersihan lingkungan selama menggunakan layanan kereta api.

Sebagai moda transportasi massal, kereta api juga berkontribusi dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. 

Semakin banyak masyarakat yang beralih ke kereta api, semakin kecil potensi kemacetan dan emisi karbon yang dihasilkan sektor transportasi darat. 

Oleh karena itu, pengembangan layanan perkeretaapian menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung transportasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Melalui berbagai inovasi tersebut, PT Kereta Api Indonesia terus berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan transportasi yang modern dan berwawasan lingkungan.

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : solobalapan, Berbagai Sumber
kereta api indonesia inovasi kai