SOLOBALAPAN, EKONOMI — Memasuki awal bulan Mei, PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk tidak melakukan perubahan harga pada produk bahan bakar minyak (BBM) miliknya.
Berdasarkan pantauan pada laman resmi Pertamina serta kondisi di sejumlah SPBU, khususnya di wilayah Jakarta Barat pada Jumat (1/5/2026) pagi, harga BBM masih bertahan pada level yang sama dengan penyesuaian terakhir.
Stabilnya harga ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setelah pada pertengahan April lalu, pemerintah sempat menaikkan harga BBM nonsubsidi dengan selisih yang cukup tinggi.
Evaluasi Berkala Mengacu Kepmen ESDM
Kebijakan harga saat ini masih mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Regulasi ini menjadi landasan bagi badan usaha untuk mengevaluasi harga dasar BBM nonsubsidi secara berkala, dengan mempertimbangkan tren harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Daftar Harga Lengkap BBM Pertamina Subsidi dan Non Subsidi 1 Mei 2026
Meskipun harga minyak global fluktuatif, untuk periode 1 Mei 2026 ini, Pertamina memilih untuk mempertahankan harga lama guna menjaga daya beli masyarakat di sektor transportasi.
Daftar Harga BBM Pertamina Per 1 Mei 2026
Berikut adalah rincian harga BBM untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, hingga Nusa Tenggara:
| Jenis BBM | Harga per Liter (Rp) |
| Pertalite (RON 90) | 10.000 |
| Pertamax (RON 92) | 12.950 |
| Pertamax Green (RON 95) | 13.900 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | 20.700 |
| Dexlite (CN 51) | 23.950 |
| Pertamina Dex (CN 53) | 24.550 |
| BioSolar (Subsidi) | 6.800 |
Keterangan: Harga di atas berlaku untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Harga dapat berbeda di wilayah luar Jawa tergantung pada kebijakan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) masing-masing daerah.
Sorotan pada Kenaikan April Lalu
Sebagai informasi, kenaikan signifikan terjadi pada 18 April 2026. Saat itu, produk unggulan seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penyesuaian harga yang cukup tinggi.
Keputusan untuk tidak menaikkan harga di awal Mei ini diharapkan memberikan stabilitas biaya operasional bagi pengguna kendaraan pribadi maupun sektor logistik yang bergantung pada bahan bakar nonsubsidi.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo