Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Update Perang Iran-Israel yang Makin Meluas, Korut Keluarkan Ancaman, Pangkalan Militer AS di Qatar Siaga Tinggi

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 21 Juni 2025 | 04:08 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

SOLOBALAPAN.COM - Perang terbuka antara Iran dan Israel telah memasuki hari keenam pada Jumat (20/6/2025), dengan tensi yang semakin memuncak dan mulai melibatkan kekuatan global.

Di tengah eskalasi yang kian tak terkendali, Korea Utara (Korut) mengeluarkan kecaman keras terhadap Israel, sementara Amerika Serikat (AS) menunjukkan sikap waspada yang penuh teka-teki.

Konflik ini meletus setelah Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran pada Jumat, 13 Juni lalu, yang langsung dibalas dengan cepat oleh Teheran.

Pyongyang Sebut Israel Lakukan 'Kejahatan Kemanusiaan'

Melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Korea Utara secara tegas mengutuk serangan militer Israel yang memicu konflik ini.

Baca Juga: Daftar 3 Negara Pendukung Utama Iran, Jadi 'Bekingan' Raksasa yang Bikin Israel Pikir Dua Kali Jika Perang Pecah

Dalam pernyataan yang dirilis oleh kantor berita resmi KCNA pada Kamis (19/6), Pyongyang menyebut tindakan Israel sebagai "kejahatan kemanusiaan" dan "terorisme yang didukung oleh negara."

“Serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan,” tegas juru bicara tersebut.

Korut juga memperingatkan AS dan negara-negara Barat untuk tidak memperkeruh situasi di Timur Tengah.

Sinyal Abu-abu Trump dan Status Siaga Pangkalan Militer AS

Sementara itu, sikap Amerika Serikat masih menjadi teka-teki. Saat ditanya awak media pada Rabu (18/6), Presiden Donald Trump memberikan jawaban ambigu mengenai kemungkinan intervensi militer.

“Saya mungkin akan melakukannya. Saya mungkin tidak akan melakukannya. Tidak ada yang tahu apa yang akan saya lakukan,” ujar Trump.

Meskipun begitu, AS mengambil langkah antisipatif yang serius.

Pada Kamis, Kedutaan Besar AS di Qatar membatasi akses personel ke Pangkalan Udara Al-Udeid, fasilitas militer terbesar AS di Timur Tengah, sebagai respons atas meningkatnya tensi keamanan.

Baca Juga: Perang Iran–Israel Jadi Sorotan, Pakar Ekonomi Unair Ingatkan Ancaman Krisis Ekonomi Global

Peringatan Keras Iran untuk Amerika Serikat

Teheran tidak tinggal diam melihat kedekatan AS dan Israel.

Melalui Duta Besarnya untuk PBB di Jenewa pada Rabu, Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa jika AS terlibat langsung dalam membantu militer Israel, maka Iran akan merespons dengan "tindakan keras dan terukur."

Netanyahu Akui 'Kerugian Besar', tapi Tetap Menantang

Dari pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui bahwa negaranya menderita kerugian signifikan akibat serangan balasan dari Iran.

“Kami menghadapi kehilangan yang besar dan menyakitkan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca Juga: Donald Trump Tolak Rencana Israel Bunuh Khamenei, Desak Perdamaian Iran-Israel

Namun, ia tetap menunjukkan sikap menantang. “Garis depan kita tetap kokoh, dan Israel lebih kuat dari sebelumnya,” tegasnya, sambil mengucapkan terima kasih atas dukungan berkelanjutan dari Presiden Trump.

Konflik ini kini telah berubah menjadi arena pertarungan geopolitik yang lebih luas.

Dengan Korea Utara yang menyuarakan kecaman, Iran yang mengancam, dan Amerika Serikat yang bersiaga, dunia kini menahan napas, khawatir jika konflik regional ini akan terseret menjadi perang global yang lebih dahsyat. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#perang iran #Israel #qatar #militer as #korut