SOLOBALAPAN, JAKARTA - Sosok mantan istri Guruh Soekarnoputra, Sabina Guseynova, kembali menjadi perhatian publik usai sang maestro seni sekaligus politikus tersebut menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 26 September 2026.
Pernikahan putra bungsu Presiden Soekarno tersebut dengan wanita asal Uzbekistan pada tahun 2002 silam sempat menyedot perhatian luas lantaran perbedaan budaya, latar belakang negara, serta jarak usia yang terpaut hingga 27 tahun.
Kisah cinta pasangan ini tergolong unik dan berawal dari panggung seni internasional sebelum akhirnya memutuskan membina rumah tangga.
Namun, biduk rumah tangga yang dibangun dengan megah tersebut terpaksa berujung pada perpisahan setelah bertahan selama kurang lebih tujuh tahun.
Awal Pertemuan di Pyongyang hingga Pernikahan Adat Jawa
Benih cinta antara Guruh Soekarnoputra dan Sabina Guseynova pertama kali tumbuh pada April 2002 di Pyongyang, Korea Utara.
Keduanya dipertemukan dalam ajang The April Spring Friendship Art Festival, sebuah festival kebudayaan internasional yang menghadirkan delegasi kesenian dari berbagai belahan dunia.
Saat itu, Guruh hadir memimpin rombongan kesenian Indonesia melalui GSP Production, sementara Sabina tampil memukau sebagai penari mewakili kontingen Uzbekistan.
Ketertarikan Guruh pada bakat menari Sabina menjadi awal mula komunikasi intensif hingga keduanya sepakat melangkah ke jenjang pernikahan pada tahun yang sama.
Pernikahan keduanya digelar secara mewah mengusung tata cara adat Jawa.
Baca Juga: Daftar Putra-Putri Presiden Soekarno yang Masih Hidup dan yang Sudah Meninggal Dunia
Dalam prosesi sakral tersebut, Sabina Guseynova tampak anggun mengenakan kebaya berwarna merah, memadukan kebudayaan lokal dengan pesona pengantin asing yang menyedot perhatian media nasional kala itu.
Menerjang Perbedaan dan Misteri Penyebab Perceraian
Selain perbedaan latar belakang kewarganegaraan, pernikahan ini menjadi sorotan lantaran Guruh Soekarnoputra berusia jauh lebih tua ketimbang Sabina.
Kendati demikian, perbedaan usia 27 tahun tak menghalangi keduanya untuk membina rumah tangga selama beberapa tahun.
Sayangnya, bahtera rumah tangga mereka harus kandas pada tahun 2009.
Hingga saat ini, penyebab pasti perceraian antara Guruh Soekarnoputra dan Sabina Guseynova tetap tidak diketahui secara publik. Pihak keluarga maupun kedua belah pihak tak pernah memberikan pernyataan resmi terkait alasan perpisahan tersebut, apakah dipicu oleh kendala personal, perbedaan pandangan, atau faktor internal lainnya.
Setelah resmi bercerai pada 2009, kehidupan pribadi Sabina Guseynova tak lagi tersentuh jangkauan media. Namanya baru kembali mencuat dan diperbincangkan warganet seiring dengan kabar duka wafatnya sang maestro seni berdarah Jawa Timur tersebut.
(did)