SOLOBALAPAN, JAKARTA - Uang kertas pecahan Rp 100.000 emisi cetakan tahun 2026 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia mendadak menjadi buruan hangat masyarakat dan para kolektor numismatik.
Sorotan tersebut muncul lantaran lembaran uang bergambar Soekarno - Hatta tersebut memuat tanda tangan dari Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Kelangkaan uang pecahan tersebut terjadi karena Purbaya Yudhi Sadewa diketahui hanya menduduki posisi sebagai Menteri Keuangan selama kurun waktu satu tahun.
Alhasil, Bank Indonesia hanya melakukan satu kali edisi cetak pada tahun 2026 yang membubuhkan paraf Purbaya mendampingi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Ramainya perburuan lembaran uang langka ini berawal dari perbincangan viral di media sosial Instagram dan Threads pada Selasa, 22 September 2026.
Warganet ramai-ramai memeriksa isi dompet mereka usai menyadari bahwa mayoritas uang rupiah yang beredar di pasaran selama ini masih didominasi oleh tanda tangan mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Ciri Fisik Tanda Tangan dan Kehebohan di Media Sosial
Fenomena perburuan uang pecahan Rp 100.000 cetakan 2026 ini mengemuka setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @tante.rempong.official.
Unggahan tersebut merangkum berbagai kesaksian serta tangkapan layar utas pengguna Threads yang menyadari keunikan lembaran uang edisi terbatas tersebut.
Posisi coretan tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa terletak pada sudut kiri bawah lembaran uang pecahan Rp 100.000.
Tanda tangan tersebut bersanding secara resmi dengan paraf Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sebagai penanda keabsahan mata uang yang disebarkan ke masyarakat.
Kesadaran publik akan langkanya pecahan ini membuat banyak warganet langsung mengecek uang tunai milik mereka. Sebagian besar mengaku terkejut lantaran hampir seluruh lembaran pecahan besar yang mereka simpan masih memuat tanda tangan Sri Mulyani.
Nilai Koleksi Tinggi Edisi Perry - Purbaya
Sifatnya yang hanya diproduksi dalam satu kali masa cetak (one-time print) menjadikan pecahan Rp 100.000 edisi 2026 ini memiliki nilai historis dan numismatik yang sangat tinggi.
Bagi para kolektor uang kuno maupun edisi terbatas, kombinasi pasangan Perry Warjiyo dan Purbaya Yudhi Sadewa dianggap sebagai salah satu seri emisi paling langka dalam sejarah modern rupiah.
Masa jabatan Purbaya yang singkat sebagai Menteri Keuangan membuat pasokan uang bermata anggaran tersebut sangat terbatas di pasaran. Kondisi inilah yang memicu kenaikan minat kolektor untuk memburu dan menyimpannya sebagai barang koleksi bernilai tinggi pada masa mendatang.
Bagi masyarakat yang memegang uang pecahan Rp 100.000 cetakan 2026 dengan kombinasi tanda tangan tersebut, disarankan untuk menyimpannya dengan baik karena nilainya diperkirakan akan terus melonjak di kalangan kolektor.
(did)