SOLOBALAPAN.COM – Pencarian terkait video “A Day in My Life” yang dikaitkan dengan Zaefier kembali ramai di media sosial. Setelah sebelumnya warganet mencari video tersebut, kini muncul pula berbagai kata kunci seperti “A Day in My Life part 4” dan permintaan link yang disebut-sebut berkaitan dengan rekaman viral itu.
Di tengah ramainya pencarian tersebut, pengguna media sosial perlu lebih berhati-hati. Sebab, ketika sebuah video sedang ramai dicari, tautan yang mengaku sebagai “video lengkap”, “part 4”, atau “link asli” bisa saja digunakan untuk menarik pengguna ke situs yang tidak berkaitan dengan konten yang dicari.
Lantas, bagaimana perkembangan kasus “A Day in My Life” dan mengapa pencarian part-part videonya ikut ramai?
Baca Juga: Andre Taulany Sempat Bilang Nikah Oktober, Ternyata Akad 20 September 2026, Mahar Jadi Penanda
“A Day in My Life” Ramai Dicari di Media Sosial
Frasa “A Day in My Life” sebenarnya bukan istilah baru. Dalam penggunaan normal, frasa tersebut sering digunakan sebagai format konten yang memperlihatkan aktivitas seseorang dalam satu hari.
Namun, istilah tersebut belakangan memiliki konteks berbeda di media sosial Indonesia setelah beredarnya sebuah rekaman yang dikaitkan dengan akun bernama Zaefier.
Sejumlah media melaporkan rekaman tersebut dikaitkan dengan dua pria di wilayah Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Video tersebut kemudian menyebar di berbagai platform dan membuat kata kunci seperti “A Day in My Life Zaefier” serta “A Day in My Life sama abang” ikut banyak dicari.
Perkembangan terbaru, Polres Bogor telah mengamankan dua orang yang berada dalam rekaman tersebut. Kasatreskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo membenarkan bahwa keduanya telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami sejumlah hal terkait perkara tersebut.
Muncul Pencarian “Part 4”?
Ketika sebuah konten viral, rasa penasaran pengguna tidak berhenti pada satu unggahan. Warganet bisa mencari versi lengkap, potongan lain, hingga “part” berikutnya setelah melihat informasi dari akun lain.
Hal tersebut juga terjadi pada pencarian terkait “A Day in My Life”. Sejumlah unggahan dan artikel menggunakan kata kunci seperti “part 4”, “video lengkap”, hingga “link video” untuk menangkap rasa penasaran pengguna.
Masalahnya, tidak semua tautan yang menggunakan kata kunci tersebut dapat dipercaya.
Pengguna bisa saja diarahkan ke halaman yang tidak berhubungan dengan video, situs yang meminta data pribadi, atau tautan yang mencoba membuat pengunjung mengunduh sesuatu.
Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya juga berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengeklik tautan mencurigakan. Salah satu modus phishing memanfaatkan tautan yang mengarahkan pengguna ke situs palsu dan kemudian meminta informasi pribadi.
Jangan Asal Scan QR atau Klik Link Viral
Rasa penasaran memang sering membuat orang ingin segera menemukan informasi yang sedang ramai. Namun, justru pada situasi seperti inilah pengguna perlu sedikit berhenti sebelum mengeklik.
Jangan memasukkan nomor telepon, alamat email, kata sandi, kode OTP, maupun informasi perbankan hanya karena sebuah halaman menjanjikan akses ke video yang sedang viral.
CSIRT Kementerian Komunikasi dan Digital juga mengingatkan pengguna untuk selalu memverifikasi URL sebelum memasukkan data sensitif serta menghindari tautan mencurigakan dari sumber yang tidak dikenal.
Hal yang sama berlaku untuk QR code. Jangan langsung memindai kode yang muncul di unggahan atau komentar hanya karena disebut sebagai “link video”. Jika diarahkan ke halaman login atau diminta mengunduh aplikasi yang tidak jelas asalnya, lebih baik tutup halaman tersebut.
Editor : Inayah Choirunisa