Ancaman Karhutla Mengintai! Menhut Raja Juli Jamin 29 Gajah di Sumsel Tetap Aman

Damianus Bram • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 10:45 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau perlindungan terhadap satwa liar di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, Kamis (17/9). (Kemenhut)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau perlindungan terhadap satwa liar di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, Kamis (17/9). (Kemenhut)

 

SOLOBALAPAN.COM – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memberikan jaminan bahwa gajah-gajah di area Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, dipastikan terlindungi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebagai langkah mitigasi dan pencegahan, ketebalan personel pasukan darat terus ditingkatkan agar kobaran api tidak merambat dan mendekati kawasan konservasi vital tersebut.

Hal itu ditegaskan Raja Juli saat meninjau langsung kondisi gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan pada Kamis (17/9).

Saat ini, tercatat ada 29 ekor gajah jinak di pusat konservasi tersebut, yang terdiri atas 13 ekor jantan dan 16 ekor betina.

Menurut Menhut, kondisi kawasan SM Padang Sugihan hingga saat ini masih dalam kategori relatif aman dari ancaman karhutla.

Petugas di lapangan juga telah mengantisipasi bahaya dengan membangun sekat bakar di sejumlah titik strategis guna menghalau api agar tidak menembus kawasan konservasi.

“Yang paling memungkinkan pada saat ini adalah memang tetap berada di sini sambil mempertebal pasukan darat untuk mencegah terjadi kebakaran yang mendekat ke SM Padang Sugihan ini,” ujar Raja Juli, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Laporan WMO: Kombinasi Gelombang Panas dan Karhutla Ancam Udara Global!

Strategi Keroyokan: Water Bombing, Satgas Gabungan, Hingga OMC

Ia menerangkan bahwa strategi penanganan karhutla di sekitar kawasan konservasi diterapkan secara komprehensif, baik melalui jalur udara maupun darat.

Armada pesawat water bombing dikerahkan secara terus-menerus untuk memadamkan titik-titik api. Sementara itu, pasukan Satgas Darat melibatkan kolaborasi personel gabungan dari TNI, Polri, hingga Manggala Agni Kementerian Kehutanan.

Tak hanya itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan juga terus dimaksimalkan untuk memancing peluang turunnya hujan di wilayah penanganan karhutla.

“Gajahnya relatif masih baik, ya. Karhutla itu kita pastikan untuk terjaga dengan baik. Seperti saya katakan tadi, water bombing kita kerahkan. Kemudian darat ya, satgas darat, insyaallah maksimum TNI, Polri, Manggala Agni Kemenhut, terus berjuang untuk memadamkan dan juga OMC,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa fokus penanganan kebakaran hutan tidak sekadar memadamkan titik api, tetapi juga memastikan perlindungan bagi satwa liar yang menghuni kawasan konservasi.

Kawasan seperti SM Padang Sugihan dinilainya menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati tinggi yang wajib dijaga bersama dari berbagai ancaman, termasuk karhutla.

“Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” tegasnya.

Bentengi Habitat 130 Gajah Liar Sumatra

Untuk diketahui, SM Padang Sugihan merupakan salah satu benteng habitat terpenting bagi keberlangsungan populasi gajah di Pulau Sumatera.

Raja Juli membeberkan, selain 29 ekor gajah jinak yang mendiami pusat konservasi, populasi gajah liar di bentang alam lanskap tersebut diperkirakan mencapai sekitar 130 ekor.

Mengingat besarnya populasi satwa dilindungi tersebut, langkah pencegahan agar karhutla tidak menerobos kawasan konservasi menjadi krusial. Upaya ini bukan hanya untuk menyelamatkan fisik satwa, melainkan juga menjaga keutuhan ekosistem habitat gajah agar tetap aman dari dampak kerusakan pascakebakaran. (dam)

Editor : Damianus Bram
karhutla kebakaran hutan Menhut Raja Juli padang sugihan gajah