12 Bekantan Mati Terpanggang, Ternyata Monyet Berhidung Panjang Ini Punya Perut Mirip Sapi

SOLOBALAPAN.COM - Kabar memilukan datang dari Kalimantan Selatan. Sebanyak 12 ekor bekantan ditemukan mati setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda habitat mereka di Desa Balimau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Bekantan yang ditemukan dalam kondisi mati tersebut merupakan satwa liar yang hidup di kawasan terdampak kebakaran.
BKSDA Kalimantan Selatan menyebut lokasi tersebut merupakan bagian dari wilayah jelajah bekantan, meskipun habitatnya sudah terfragmentasi dan terpisah oleh jalan.
Baca Juga: 4 Orang Kepercayaannya Kena OTT! Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Berpotensi Diseret KPK
Kejadian itu pertama kali dilaporkan pada Minggu, 13 September 2026. Tim BKSDA kemudian melakukan pengecekan dan menemukan 12 bekantan yang mati, selain satu ular piton dan satu king kobra yang juga terdampak kebakaran.
Bekantan sendiri bukan sekadar monyet dengan hidung panjang yang sering menjadi ikon Kalimantan. Satwa dengan nama ilmiah Nasalis larvatus ini merupakan primata endemik Pulau Kalimantan. Artinya, secara alami bekantan hanya ditemukan di wilayah Kalimantan.
Ciri yang paling mudah dikenali tentu saja hidungnya. Pada bekantan jantan, hidung dapat terlihat sangat panjang dan menggantung. Bentuk tersebut membuat penampilan bekantan berbeda dari kebanyakan jenis monyet lainnya.
Namun, hidung panjang ternyata bukan satu-satunya hal yang membuat bekantan menarik. Ada bagian tubuh yang jauh lebih tidak biasa, yaitu sistem pencernaannya.
Bekantan termasuk dalam subfamili Colobinae dan mempunyai sistem pencernaan yang mirip dengan hewan ruminansia atau hewan pemamah biak.
BKSDA Kalimantan Timur menjelaskan bahwa perut bekantan berukuran sangat besar, bahkan sekitar dua kali lipat dibandingkan monyet lain dari subfamili yang sama.
Yang lebih menarik, perut tersebut terbagi menjadi empat bagian. Di dalamnya terdapat bakteri yang membantu melakukan fermentasi terhadap makanan sehingga bekantan dapat memperoleh energi dari dedaunan yang dimakannya.



