SOLOBALAPAN.COM — Jagat media sosial dihebohkan oleh rekaman video yang memperlihatkan aksi arogan seorang pria bertubuh tegap menendang seorang wanita hingga tersungkur di area food court Mal Senayan City, Jakarta Pusat.
Jajaran kepolisian dari Polsek Metro Tanah Abang mengonfirmasi telah turun tangan untuk memburu pelaku dan mengusut tuntas insiden penganiayaan tersebut.
Berdasarkan unggahan yang dirilis akun Instagram @lbj_jakarta, peristiwa mengejutkan itu terjadi di tengah antrean gerai Baso Afung pada Minggu (13/9/2026) sore.
Dalam rekaman video yang beredar, korban berinisial A tampak sedang mengantre sebelum tiba-tiba diserang oleh pria berbaju hitam dari arah belakang hingga jatuh tersungkur ke lantai. Pelaku disebut bahkan sempat berbicara saat menendang korban.
"Ganggu saja orang lagi makan, minta maaf!" ujar pelaku arogan usai menendang korban.
Korban mengaku tidak pernah menyentuh atau memicu emosi pelaku sebelumnya. Lantaran takut menjadi sasaran kekerasan lebih lanjut, korban memilih mengamankan diri.
Korban kemudian mendapatkan rekaman CCTV dari pengelola gerai Baso Afung serta bukti dari saksi mata di lokasi kejadian.
Baca Juga: Surprise! Hari Ini, Kelme Resmi Rilis Jersey Ketiga Timnas Indonesia Berwarna Biru Laut
Polisi Cek Lokasi dan Periksa Rekaman CCTV
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya telah memonitor video viral tersebut dan menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Dari kami sudah memonitor kejadian tersebut dan telah melakukan upaya-upaya penyelidikan di lapangan, termasuk memeriksa rekaman CCTV," terang Dhimas, dikutip dari Indozone.id, Kamis (17/9/2026).
Korban Masih Trauma Berat, Polisi Minta Segera Buat Laporan
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan kerabat korban dan mengimbau agar korban A segera membuat Laporan Polisi (LP) resmi guna mempermudah proses hukum penangkapan pelaku.
Namun, hingga saat ini korban dilaporkan belum bisa mendatangi markas kepolisian lantaran masih mengalami trauma psikologis yang mendalam usai insiden penyerangan mendadak tersebut.
"Anggota sudah menghubungi pihak korban untuk segera membuat Laporan Polisi. Namun saat ini korban belum bisa membuat laporan resmi karena kondisi psikologisnya masih syok berat dan trauma," pungkas Dhimas. (dam)
Editor : Damianus Bram