Media Nasional Bersatu Dirikan Posko Siaga Pantau Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Anak Krakatau!

Damianus Bram • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 15:27 WIB
Lima orang jurnalis yang hilang kontak sebelum berangkat menuju gunung anak Krakatau pada Senin (7/9). (Istimewa)
Lima orang jurnalis yang hilang kontak sebelum berangkat menuju gunung anak Krakatau pada Senin (7/9). (Istimewa)

 

SOLOBALAPAN.COM — Gelombang keprihatinan dan solidaritas terus menyelimuti industri pers tanah air.

Menyusul insiden hilang kontaknya lima jurnalis bersama tiga kru kapal di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026), sejumlah jajaran redaksi media nasional resmi mendirikan posko siaga bersama di Banten.

Langkah taktis ini diambil oleh Perum LKBN ANTARA berkolaborasi dengan iNews (MNC Group) dan Merdeka.com guna mengawal penuh alur koordinasi serta memantau pergerakan operasi penyisiran Tim SAR Gabungan di lapangan.

Rombongan yang membawa total delapan orang tersebut sebelumnya bertolak menggunakan speed boat untuk meliput erupsi vulkanik Gunung Anak Krakatau. Namun hingga Rabu (9/9/2026), keberadaan seluruh penumpang belum juga terdeteksi.

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus gabungan dari pusat dan Banten untuk mendampingi pencarian secara intensif.

"Saat ini kami sudah mengirimkan tim khusus ANTARA untuk memastikan seluruh upaya komunikasi dan koordinasi berjalan terus menerus. Kami turut mendorong agar petugas bisa meningkatkan intensitas pencarian terhadap rombongan jurnalis," ujar Benny Butarbutar, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Tragedi Liputan Anak Krakatau: 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Terjunkan Drone Thermal!

Keselamatan Jurnalis Jadi Prioritas Utama Redaksi

Langkah serupa disampaikan oleh Pimpinan Redaksi Merdeka.com, Wisnoe Moerti. Pihaknya menyatakan terus berkoordinasi intensif dengan Basarnas Banten dan instansi terkait demi keselamatan jurnalisnya.

"Keselamatan jurnalis menjadi prioritas utama Merdeka.com. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan Basarnas dan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai proses pencarian," ujar Wisnoe.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pemimpin Redaksi iNews, Aiman Witjaksono, yang menyampaikan keprihatinannya sekaligus apresiasi atas kerja keras seluruh tim SAR gabungan.

"Terkait peristiwa ini, seluruh jajaran Pimpinan Redaksi iNews terus memantau perkembangan pencarian dan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Keselamatan rekan-rekan jurnalis adalah prioritas utama kami," tegas Aiman Witjaksono.

Pihak redaksi juga mengimbau publik dan warganet untuk tidak menyebarkan spekulasi maupun informasi liar yang belum terverifikasi demi menjaga kondusivitas keluarga korban.

Operasi SAR Hari Ke-2 Terjunkan Drone Thermal

Sementara itu, memasuki hari kedua pencarian pada Rabu (9/9/2026), Tim SAR Gabungan (Basarnas, Polairud, TNI, dan relawan) memperluas radius penyisiran hingga ke garis pantai Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Pencarian udara memanfaatkan pemindaian suhu dari drone thermal untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban, baik di perairan maupun daratan pulau terpencil.

Kasi Operasi Kantor SAR Banten, Rizky Dwianto, merinci bahwa operasi membagi kekuatan ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) menggunakan armada tangguh seperti KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, serta beberapa kapal cepat RIB.

Daftar 8 Penumpang Speed Boat yang Masih Dicari:

  1. Warta (55) – Kapten Kapal
  2. Surakman (60) – ABK
  3. Heriyanto (49) – Pemandu (Guide)
  4. M. Bagus Khoirunnas – Jurnalis ANTARA
  5. Arie Basuki – Jurnalis Merdeka.com
  6. Yudhistira – Jurnalis iNews
  7. Firdaus Wajidi – Jurnalis Anadolu
  8. Donal – Jurnalis Lepas (Freelance)

Basarnas Banten mengimbau para nelayan dan kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda untuk segera melapor jika menemukan puing atau tanda-tanda keberadaan rombongan tersebut. (dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : jawapos.com
anak krakatau jurnalis hilang lkbn antara merdeka.com mnc