Ibu Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah, Minta Masa Depan Putrinya Dijamin

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:14 WIB
Kondisi Febiola Br Purba Pascakeracunan MBG Memburuk.
Kondisi Febiola Br Purba Pascakeracunan MBG Memburuk.

SOLOBALAPAN, KARO — Penderitaan yang dialami siswi berprestasi asal Kabupaten Karo, Febiola Br Purba, pascainsiden dugaan keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga per Selasa (8/9/2026).

Sang ibunda, Elvinus Lusiana Sitanggang, secara terbuka meminta pemerintah pusat maupun daerah tidak hanya lepas tangan pada pembiayaan rumah sakit semata, melainkan bertanggung jawab penuh terhadap jaminan masa depan dan pemulihan mental putrinya.

Pasalnya, selain mengalami kehilangan ingatan (amnesia), remaja tersebut kini dilaporkan kerap mengalami episode halusinasi serta serangan kejang saat menjalani pemeriksaan saraf lanjutan di rumah sakit.

Kondisi Klinis Kian Kompleks: Alami Halusinasi hingga Kejang di Bagian Neurologi

Elvinus Lusiana mengungkapkan bahwa kemunduran fungsi biologis dan kognitif putrinya semakin mengkhawatirkan dari hari ke hari.

Febiola yang sebelumnya merupakan sosok remaja aktif dan cerdas mendadak tidak mampu mengenali lingkungan sekelilingnya, bahkan kehilangan memori atas sahabat dan rekan-rekan sekolah yang selama ini akrab berinteraksi dengannya.

Baca Juga: Pilu Febiona Purba, Wakil Ketua OSIS SMK di Karo Hilang Ingatan Diduga Keracunan MBG Menu Ikan Tongkol

Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya gangguan sensorik berupa episode halusinasi.

Puncak kepanikan keluarga terjadi tatkala Febiola mendadak mengalami kejang-kejang saat tengah menjalani rangkaian pemeriksaan diagnostik di instalasi neurologi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik.

Ironisnya, proses medis hingga kini masih menemui jalan buntu karena tim dokter spesialis neurologi belum merumuskan secara definitif jenis penyakit atau kausa spesifik dari kerusakan saraf yang menimpa Febiola. Ketiadaan diagnosis pasti ini membuat pihak keluarga cemas penanganan yang diberikan tidak menyentuh akar masalah toksikologis di otaknya.

Jeritan Batin Sang Ibu: Lelah Berobat dan Desak Penanganan Tepat Sasaran

Ketidakpastian perkembangan medis membuat pihak keluarga berada di titik nadir kelelahan fisik dan psikis.

Elvinus menuturkan beban berat yang harus ditanggung keluarganya karena harus terus-menerus membawa sang putri berpindah dan bolak-balik antarfasilitas kesehatan tanpa melihat tanda-tanda kemajuan yang berarti.

Ia memohon dengan sangat agar otoritas kesehatan menurunkan tim ahli terbaik untuk memberikan terapi farmakologi yang tepat guna memulihkan jaringan saraf putrinya.

Jeritan Hati Ibunda Korban (Elvinus Lusiana Sitanggang): "Saya ingin anak saya diberikan obat yang tepat. Kami sudah lelah membawa anak bolak-balik untuk berobat ke rumah sakit. Saya memohon kepada pihak yang bertanggung jawab agar benar-benar membantu kesembuhan anak saya secara tuntas."

Apresiasi Bantuan BGN dan Desakan Tanggung Jawab Hak Masa Depan

Terkait respons kelembagaan, Elvinus tidak menampik bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah turun tangan memberikan bantuan awal.

 Lembaga pelaksana program MBG tersebut telah menanggung biaya perawatan medis serta memberikan pendampingan personal kepada keluarga selama proses opname di rumah sakit berlangsung.

Kendati demikian, Elvinus menegaskan bahwa bentuk pertanggungjawaban negara tidak boleh terhenti pada penanganan ranjang rumah sakit saja.

Mengingat Febiola adalah siswi berprestasi dengan rekam jejak juara kelas dan aktif berorganisasi, hilangnya fungsi memori mengancam kelangsungan pendidikannya secara permanen. 

Keluarga menuntut adanya jaminan keberlanjutan masa depan agar hak pendidikan dan cita-cita Febiola tidak pupus akibat kelalaian operasional penyediaan konsumsi sekolah.

Tabel Pemetaan Fakta Tuntutan Keluarga Korban Keracunan MBG di Karo

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai data korban, gejala klinis lanjutan, respons kelembagaan pemerintah, serta poin tuntutan keluarga secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Catatan Tuntutan Keluarga
Identitas Korban Febiola Br Purba (Siswi berprestasi asal Kabupaten Karo)
Pihak Keluarga Elvinus Lusiana Sitanggang (Ibu kandung korban)
Dugaan Pemicu Kasus Keracunan paket konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Gejala Klinis Terbaru Sakit kepala hebat, hilang ingatan, halusinasi, serta serangan kejang
Fasilitas Pemeriksaan Unit Neurologi RSUP H. Adam Malik Medan
Status Diagnosis Medis Belum ditemukan kesimpulan definitif terkait jenis penyakit spesifik
Intervensi BGN Saat Ini Menanggung penuh biaya perawatan medis dan mendampingi keluarga di RS
Keluhan Utama Keluarga Kelelahan membawa korban berpindah faskes tanpa ada formula obat yang manjur
Tuntutan Inti Keluarga Pemberian obat yang tepat sasaran & jaminan tanggung jawab masa depan anak
Fokus Pemulihan Hak Pemulihan fungsi saraf agar dapat kembali bersekolah dan menggapai cita-cita

Tuntutan terbuka dari keluarga Febiola Br Purba ini mempertegas bahwa mitigasi dampak insiden keracunan pangan massal dalam program strategis pemerintah tidak cukup hanya diselesaikan secara administratif di ruang rawat inap, melainkan menuntut pemulihan komprehensif atas hak tumbuh kembang dan masa depan anak bangsa yang terdampak.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
keracunan mbg karo pemerintah