Sosok Gubernur Elisa Kambu, Sindir Jenderal dan Konglomerat Kuasai Hutan Papua di Depan Menko Zulkifli Hasan

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:07 WIB
Sosok Gubernur Elisa Kambu.
Sosok Gubernur Elisa Kambu.

 

SOLOBALAPAN, SORONG — Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, melontarkan kritik menohok mengenai ketimpangan penguasaan sumber daya alam di Tanah Papua saat membuka forum Papua Action for Development, Economy, and Sustainable Nature (PAPEDA Summit 2026) di Gedung L Jitmau, Kota Sorong, pada Jumat (4/9/2026).

Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan serta perwakilan kementerian terkait, mantan Bupati Asmat dua periode tersebut secara gamblang menyindir bahwa kekayaan hutan dan konsesi tambang di Bumi Cendrawasih telah dikuasai oleh para jenderal dan konglomerat asal Jakarta.

Ironi tersebut membuat masyarakat adat Papua seolah tersisih dan hanya menjadi "penumpang" di tanah kelahirannya sendiri tanpa memiliki kepastian hukum atas tanah ulayat.

Sentil Kepemilikan Jenderal dan Desak Percepatan Status Tanah Adat

Dalam pidato sambutannya yang viral di jagat maya, Elisa Kambu menyoroti daya tarik sumber daya alam Papua yang begitu memesona bagi para pemodal besar, namun minim memberikan proteksi hakiki bagi masyarakat lokal.

Kambu menekankan bahwa lambannya penyelesaian sengketa agraria kerap menempatkan masyarakat adat dalam posisi kalah ketika berhadapan dengan ekspansi korporasi tambang maupun perkebunan.

Guna mengakhiri ketidakberdayaan masyarakat adat, ia mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan legalitas hukum tanah adat. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sendiri berkomitmen mendorong pemetaan batas tanah adat bersama para bupati agar warga lokal memiliki posisi tawar (bargaining power) yang kuat saat menyambut arus investasi.

Pernyataan Menohok Gubernur Elisa Kambu: "Papua ini seksi. Kami tinggal di Papua, tapi hutan ini sudah habis. Habislah ini, orang-orang Jakarta yang punya hutan ini. Jenderal punya hutan, konglomerat punya hutan. Orang Papua nggak punya, kita cuma numpang ini. Kalau ada urusan hukum atau tanah masyarakat adat harus dipercepat, supaya tanah rakyat bisa diproteksi. Nanti kalau ada tambang lagi, jenderal ini punya, konglomerat ini punya, rakyat tidak bisa berbuat apa-apa. Itu realita dan kita tidak berbohong."

Forum Akbar PAPEDA Summit 2026: Libatkan Seribu Tokoh Lintas Sektor

Pernyataan berani sang gubernur disampaikan dalam forum strategis PAPEDA Summit 2026 yang diinisiasi sebagai ruang kolaborasi perumusan masa depan pembangunan Tanah Papua yang berkeadilan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Julian Kelly Kambu, mengonfirmasi bahwa acara ini berhasil menyatukan aspirasi dari seluruh penjuru Papua.

Rekam Jejak dan Profil Sosok Elisa Kambu: Dari Pendamping Bappenas Menuju Kursi Gubernur

Keberanian vokal Elisa Kambu berakar dari pengalaman panjangnya mengabdi di wilayah-wilayah pelosok Papua. Lahir di Kampung Tolak Ayamaru, Kabupaten Maybrat pada 12 Maret 1964, putra dari pasangan Hendrik Kambu (Alm) dan Y. Kambuaya ini meniti pendidikan dasar hingga menengah di Ayamaru dan Kota Sorong (SMAN 413 Kampung Baru lulus 1987).

Ia kemudian merampungkan studi sarjana Ilmu Administrasi Negara di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura pada 1994, setelah sebelumnya aktif menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan, Ketua BPM FISIP, hingga Ketua Senat Mahasiswa Uncen.

Perjalanan karier birokrasi dan politiknya teruji melalui anak tangga panjang:

Tabel Pemetaan Fakta Pidato Kritis & Profil Gubernur Elisa Kambu

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai substansi pidato, konteks perhelatan acara, tuntutan kebijakan, serta rekam jejak figur secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Catatan Kejadian
Tokoh Utama Elisa Kambu (Gubernur Papua Barat Daya)
Forum Acara Papua Action for Development, Economy, and Sustainable Nature (PAPEDA Summit 2026)
Lokasi & Waktu Gedung L Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya (Jumat, 4 September 2026)
Pejabat Pusat Hadir Zulkifli Hasan (Menteri Koordinator Bidang Pangan RI)
Substansi Kritik Hutan dan konsesi tambang Papua dikuasai jenderal dan konglomerat Jakarta
Kondisi Masyarakat Diibaratkan hanya "menumpang" di atas tanah adat sendiri tanpa proteksi
Tuntutan Regulasi Percepatan legalitas dan kepastian hukum sertifikasi tanah adat/ulayat
Langkah Pemda Mendorong pemetaan tanah adat bersama bupati sebagai posisi tawar investasi
Skala Forum KTT Diikuti 1.030 peserta dari 6 provinsi, 15 kementerian, dan 2 kedutaan asing
Tempat / Tanggal Lahir Kampung Tolak Ayamaru, Maybrat, 12 Maret 1964
Almamater Pendidikan S1 Administrasi Negara FISIP Universitas Cenderawasih (Uncen)
Karier Politik Kunci Bupati Asmat 2 Periode (2015–2020 & 2020–2024), Gubernur PBD

Pernyataan keras Gubernur Elisa Kambu menjadi alarm bagi pemerintah pusat untuk segera menata ulang tata kelola agraria di Papua, memastikan agenda hilirisasi dan investasi ekonomi berjalan selaras dengan penghormatan hak-hak adat masyarakat lokal.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Elisa Kambu Hutan Papua jenderal zulkifli hasan konglomerat