Tragis! Ditemukan Lemah di Parit Sawit, Orangutan Jantan 'Sempurna' Mati Diduga Terpapar Asap Karhutla

Damianus Bram • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:42 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengonfirmasi kematian satu individu orangutan jantan dewasa bernama Sempurna. (ISTIMEWA)
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengonfirmasi kematian satu individu orangutan jantan dewasa bernama Sempurna. (ISTIMEWA)

 

SOLOBALAPAN.COM — Duka mendalam menyelimuti dunia konservasi satwa liar Indonesia. Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sempurna dilaporkan mati tragis usai dievakuasi dari area perkebunan kelapa sawit di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Satwa dilindungi tersebut dinyatakan mati akibat diduga kuat tak sanggup bertahan usai terpapar kepulan asap pekat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah setempat.

Sempurna pertama kali ditemukan oleh warga lokal pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kondisinya saat itu sangat memprihatinkan, tergeletak lemas di dalam parit kering tanpa mampu berdiri dan mengalami kesulitan bernapas hebat.

Menerima laporan warga, tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) langsung menerjunkan tim medis ke lokasi kejadian.

"Pertolongan pertama diberikan di lokasi dengan terapi oksigen dan cairan infus sebelum dievakuasi ke pusat rehabilitasi YIARI. Namun, kondisi Sempurna terus menurun," terang Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Dunia Soroti Bencana Karhutla Indonesia! Satelit NASA Tangkap Kepulan Asap Pekat Selimuti Kalimantan

Kondisi Kritis hingga Tindakan CPR Gagal Resusitasi

Memasuki pukul 14.00 WIB, kondisi kesehatan Sempurna memburuk secara drastis. Frekuensi pernapasan satwa langka tersebut terus melemah hingga indikator saturasi oksigen tak lagi terdeteksi oleh alat medis.

Melihat tanda-tanda henti napas, tim dokter hewan YIARI langsung mengambil tindakan darurat cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung dan paru. Sayang, takdir berkata lain.

"Upaya penyelamatan tersebut belum berhasil. Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB," tutur Murlan pilu.

Hasil Nekropsi: Kerusakan Paru-Paru Akibat Asap Karhutla

Guna menguak penyebab pasti kematian Sempurna, tim medis BKSDA dan YIARI menggelar tindakan autopsi (nekropsi) pada 1 September 2026.

Hasil pemeriksaan organ dalam mengonfirmasi adanya perubahan patologis yang sangat signifikan pada jaringan organ vital, khususnya paru-paru, jantung, dan ginjal.

Pada organ paru-paru ditemukan kondisi kongesti (penumpukan darah) serta atelektasis parsial (pengemputan sebagian paru-paru) di kedua lobus.

"Perubahan pada paru-paru tersebut diduga kuat berkaitan erat dengan paparan asap Karhutla. Paparan asap beracun menyebabkan hipoksia akut atau kondisi tubuh kekurangan pasokan oksigen, yang kemudian memicu kegagalan fungsi kardiovaskular hingga berujung kematian," paparnya.

Pihak BKSDA Kalbar menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian warga Ketapang yang cepat melapor.

Pihaknya mengimbau masyarakat luas untuk tidak melakukan evakuasi mandiri dan segera menghubungi petugas bilamana menemukan satwa liar yang terluka atau terdampak Karhutla. (dam)

Editor : Damianus Bram
karhutla satwa liar orangutan kalimantan orang utan