Luruskan Isu Viral! TNI AD Ungkap Jembatan Gantung Pongpet Tidak Ambruk, Melainkan Tali Sling Lepas

Damianus Bram • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 10:18 WIB
Kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran pasca insiden dalam peresmian pada Minggu kemarin (30/8/2026). (Dok. TNI AD)
Kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran pasca insiden dalam peresmian pada Minggu kemarin (30/8/2026). (Dok. TNI AD)

 

SOLOBALAPAN.COM — Markas Besar TNI Angkatan Darat (TNI AD) meluruskan informasi liar yang beredar di media sosial terkait insiden di Jembatan Gantung Pongpet, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kodim 0625/Pangandaran menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut murni diusahakan demi membantu aksesibilitas warga setempat.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa jembatan gantung itu dibangun sebagai solusi meningkatkan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan sekitarnya.

”Kehadirannya diharapkan dapat mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi warga,” ujar Brigjen TNI Donny Pramono, Senin (31/8/2026).

Namun, jembatan yang baru saja diresmikan pada Minggu (30/8/2026) tersebut untuk sementara waktu belum bisa difungsikan.

Pihak TNI AD kini tengah melakukan perbaikan secara intensif akibat lepasnya tali sling pada bagian kiri jembatan.

”TNI AD memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegas Donny.

Baca Juga: Anak Muda Mulai Gemari Gowes, Ini Alasannya

TNI AD Tegaskan Jembatan Tidak Ambruk, Melainkan Tali Sling Lepas

Melalui rilis resminya, pihak Angkatan Darat mengklarifikasi kabar yang menyebut konstruksi jembatan ambruk total saat peresmian. TNI AD menegaskan bahwa fisik utama jembatan tidak ambruk.

Insiden tersebut terjadi karena tali sling di sisi kiri jembatan terlepas akibat beban berlebih. Saat kejadian, ada sekitar 50 orang yang melintas secara bersamaan. Padahal, pihak pembangun telah memasang papan imbauan kapasitas resmi di sekitar lokasi.

Pada papan pemberitahuan tersebut, tertera aturan jelas bahwa jembatan gantung hanya boleh dilintasi maksimal 3 orang atau 1 unit sepeda motor secara bergantian.

”Antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran,” terang Donny.

Jenderal bintang satu ini menilai pelurusan fakta di lapangan sangat penting agar tidak menimbulkan misinterpretasi atau penyesatan informasi di tengah masyarakat.

Donny menegaskan, TNI AD akan terus berkomitmen membantu mengatasi kesulitan rakyat di berbagai daerah dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kelayakan bangunan.

"Serta memastikan setiap pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan kelayakan," pungkasnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
pongpet jembatan ambruk tni ad pangandaran jembatan gantung