Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Muda Mulai Gemari Gowes, Ini Alasannya

L
Penulis: Luthfiana Sekar❯
Bersepeda kini bukan cuma soal olahraga. Bagi sebagian anak muda, gowes juga menjadi cara bertemu komunitas, mengeksplorasi kota, dan membangun gaya hidup aktif. Tapi, apakah kota-kota Indonesia sudah cukup nyaman untuk para pesepeda? (Pinterest)
Bersepeda kini bukan cuma soal olahraga. Bagi sebagian anak muda, gowes juga menjadi cara bertemu komunitas, mengeksplorasi kota, dan membangun gaya hidup aktif. Tapi, apakah kota-kota Indonesia sudah cukup nyaman untuk para pesepeda? (Pinterest)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Dulu, bersepeda mungkin identik dengan kegiatan olahraga di akhir pekan atau sekadar kendaraan untuk pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh. Namun, di sejumlah kota Indonesia, sepeda kini punya tempat yang berbeda di kalangan anak muda.

Bersepeda tidak lagi selalu soal seberapa jauh seseorang mampu mengayuh atau seberapa cepat ia mencapai tujuan.

Bagi sebagian anak muda, aktivitas ini juga menjadi cara untuk bertemu teman, bergabung dengan komunitas, mengeksplorasi kota, hingga membangun gaya hidup yang lebih aktif.

Advertisement

Fenomena tersebut bahkan mulai mendapat perhatian dalam penelitian. Studi mengenai budaya bersepeda di Indonesia yang diterbitkan pada 2025 menyebut tren bersepeda di kota-kota Indonesia mengalami peningkatan.

Namun, penelitian yang sama juga menemukan adanya kontradiksi: pesepeda dapat merasa santai dan senang ketika bersepeda, tetapi pada saat yang sama harus menghadapi lingkungan jalan yang dianggap tidak aman dan kurang nyaman.

Kondisi tersebut tidak terlalu mengejutkan jika melihat bagaimana kota-kota di Indonesia berkembang. Kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, masih mendominasi mobilitas sehari-hari.

Advertisement

Penelitian mengenai mobilitas Gen Z di Indonesia juga menunjukkan bahwa perjalanan anak muda masih sangat didominasi kendaraan pribadi.

Dalam salah satu penelitian yang mengamati 434 orang berusia 17–24 tahun selama 153 hari, sekitar 63 persen perjalanan dilakukan menggunakan sepeda motor dan 35 persen menggunakan mobil, sedangkan berjalan kaki, bersepeda, dan transportasi umum jika digabung hanya sekitar 2 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sepeda memang belum menjadi pilihan utama mobilitas Gen Z secara umum.

Namun, menariknya, di tengah dominasi kendaraan bermotor tersebut, budaya bersepeda justru tetap berkembang sebagai aktivitas olahraga dan gaya hidup.

Advertisement
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Patah Hati, Lalu Lari: Ketika Olahraga Jadi Cara Mengalihkan Diri

Patah Hati, Lalu Lari: Ketika Olahraga Jadi Cara Mengalihkan Diri

Setelah putus cinta, sebagian anak muda memilih mengisi waktu dengan lari, gym, hingga naik gunung. Bukan untuk langsung melupakan mantan, tetapi mencari rutinitas baru agar hari-hari terasa lebih terisi.

Dari Klub Malam ke Komunitas Lari, Gen Z Tinggalkan Miras Demi Olahraga dan Ngopi

Dari Klub Malam ke Komunitas Lari, Gen Z Tinggalkan Miras Demi Olahraga dan Ngopi

Tren Gen Z tinggalkan miras demi olahraga dan ngopi ubah budaya nongkrong ke "Pagi Berlari, Siang Ngopi". Data BPS catat konsumsi alkohol turun jadi 0,30L, dongkrak bisnis kebugaran serta F&B sehat secara masif.

Hot Mat Pilates Lagi Hype, Olahraga di Ruangan Panas Kini Jadi Tren

Hot Mat Pilates Lagi Hype, Olahraga di Ruangan Panas Kini Jadi Tren

Hot Mat Pilates mulai banyak dilirik karena dilakukan dalam kondisi ruangan yang lebih panas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer