Presiden Prabowo Pimpin Ratas Malam-malam di Hambalang, Ada Apakah?

Damianus Bram • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:49 WIB
Presiden Prabowo pimpin ratas malam di Hambalang bahas darurat Karhutla Kalimantan dan gempa NTT. (ISTIMEWA)
Presiden Prabowo pimpin ratas malam di Hambalang bahas darurat Karhutla Kalimantan dan gempa NTT. (ISTIMEWA)

 

SOLOBALAPAN.COM - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri kabinet dan pimpinan TNI di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/8/2026) malam.

Pertemuan mendadak yang berlangsung hingga larut malam tersebut difokuskan untuk mengevaluasi penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta percepatan penanggulangan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi kehadiran sejumlah menteri kunci serta seluruh jenderal jajaran petinggi TNI dalam rapat koordinasi terbatas tersebut.

“Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa menteri dan pejabat terkait untuk membahas beberapa isu strategis,” kata Teddy lewat unggahan di akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet, Minggu (23/8/2026) malam.

Baca Juga: Kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT Disorot Pengamat: Singgung Sindrom Selebritas dan Pencitraan

Perkuat Armada Bantuan Udara dan Ribuan Personel

Dalam sesi evaluasi bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, para Kepala Staf Angkatan (AD, AL, AU), serta jajaran terkait, Presiden Prabowo memberikan arahan khusus terkait distribusi bantuan logistik dan pemadaman titik api via jalur udara.

Guna mempercepat pemadaman karhutla di Kalimantan yang makin meluas, pemerintah menginstruksikan langkah konkrit:

Sementara untuk wilayah terdampak gempa bumi di NTT, fokus instruksi presiden diarahkan pada tahap rekonstruksi fasilitas publik serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Situasi Terkini Karhutla dan Gempa Susulan NTT

Langkah respons cepat Presiden Prabowo diambil menyusul eskalasi dua bencana besar tanah air. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total luas lahan terbakar akibat karhutla secara nasional telah menembus angka 72.798 hektare.

"Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luasan karhutla terbesar, yakni mencapai 38.310 hektare," jelas Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari.

Di sisi lain, proses pemulihan pascagempa M 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, NTT pada Sabtu (15/8/2026) lalu masih terus dibayangi guncangan susulan. BNPB mencatat akumulasi gempa susulan telah mencapai 5.688 kali, dengan 130 kali gempa susulan terjadi sepanjang hari Minggu (23/8/2026). (dam)

Editor : Damianus Bram
gempa karhutla kalimantan Presiden Prabowo ntt