Geger OTT KPK di Unsoed! Rektor dan 2 Warek Ditangkap, Terungkap Tarif Masuk Kedokteran Ratusan Juta

Damianus Bram • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:46 WIB
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr. (Tangkapan layar dari IG unsoedofficil).
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr. (Tangkapan layar dari IG unsoedofficil).

 

SOLOBALAPAN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan praktik transaksional dalam proses penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Jawa Tengah.

Praktik koruptif tersebut terungkap lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan di Purwokerto dan Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa jajaran rektorat Unsoed diduga mematok tarif hingga ratusan juta rupiah bagi para calon mahasiswa yang ingin mengamankan kursi di Fakultas Kedokteran.

“Ratusan juta rupiah untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana,” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (21/8/2026).

Pihak penyidik KPK saat ini masih mendalami apakah praktik jual beli kursi ini hanya menyasar calon mahasiswa Fakultas Kedokteran atau meluas ke fakultas-fakultas favorit lainnya di lingkungan Unsoed.

"Atau juga terjadi di fakultas-fakultas lainnya," lanjutnya.

Baca Juga: Rekam Jejak Rektor Unsoed Akhmad Sodiq: Lulusan Jerman dan Peraih Satyalancana yang Terjerat OTT KPK

KPK Kecewa Praktik Kotor Terjadi di Dunia Pendidikan

Lembaga antirasuah tersebut sangat menyayangkan munculnya dugaan korupsi di dalam institusi pendidikan tinggi. Budi menegaskan, perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang membentuk karakter, integritas, dan moral generasi muda, bukan malah dijadikan tempat bisnis terselubung.

“Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus, gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” sesal Budi.

Rektor dan Dua Wakil Rektor Ikut Digelandang ke Jakarta

Rangkaian OTT yang dilakukan tim KPK berhasil mengamankan total 14 orang terperiksa. Sebanyak 12 orang ditangkap di Purwokerto dan dua orang di Jakarta. Dari hasil pemeriksaan awal di Polresta Banyumas, tujuh orang dari Purwokerto akhirnya diterbangkan ke Jakarta.

"Jadi yang dimintai keterangan di Gedung Merah Putih KPK total sejumlah 9 orang," terang Budi.

Beberapa nama petinggi kampus yang turut diamankan dalam operasi senyap ini antara lain Prof. Akhmad Sodiq selaku Rektor Unsoed, Prof. Noor Farid selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, kemudian Prof. Norman Arie Prayogo selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed.

"Dari sembilan orang yang dibawa ke Gedung Merah Putih, di antaranya adalah Rektor, dua Wakil Rektor, dan juga pihak-pihak lainnya," jelasnya.

Selain mengamankan sembilan orang terperiksa, tim KPK menyita barang bukti berupa uang tunai bernilai ratusan juta rupiah.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan sesuai dengan ketentuan KUHAP. (dam)

Editor : Damianus Bram
universitas jenderal soedirman ott rektor unsoed ott kpk