Siap-Siap Cuci Gudang! Presiden Prabowo Cuma Mau Punya 300 BUMN, Ini Alasan Utamanya

Damianus Bram • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

 

SOLOBALAPAN.COM – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah drastis dalam menata tata kelola BUMN.

Kepala Negara menargetkan akan menutup sedikitnya 750 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak perusahaannya yang dinilai tidak produktif hingga akhir tahun 2026.

Prabowo menegaskan, kebijakan tegas ini diambil sebagai bagian dari langkah pembenahan BUMN melalui proses restrukturisasi besar-besaran serta efisiensi biaya operasional.

“Hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada 31 Desember 2026 kita target hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” tegas Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8).

Baca Juga: Presiden Prabowo Klaim Indonesia Raih Swasembada Pangan Cuma dalam 1 Tahun: Ini Penjelasannya!

Hanya BUMN Produktif yang Akan Dipertahankan

Dari total 1.074 BUMN beserta anak perusahaannya yang ada saat ini, Prabowo memastikan bahwa pemerintah hanya akan mempertahankan entitas bisnis yang benar-benar produktif dan memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat.

Pemangkasan secara masif ini diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi dana hingga Rp50 triliun.

Anggaran fantastis tersebut nantinya akan dialokasikan langsung untuk perbaikan fasilitas publik seperti puskesmas, renovasi sekolah, dan pembangunan rumah rakyat.

Penghematan skala besar tersebut berhasil dihimpun dari perampingan berbagai komponen biaya operasional BUMN (overhead cost).

Mulai dari pemangkasan gaji direksi dan komisaris, efisiensi sewa gedung, armada kendaraan, hingga pengangkasan anggaran perjalanan dinas.

"Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun," ungkap Presiden.

Dana Efisiensi Rp50 Triliun untuk Kesejahteraan Rakyat

Prabowo menekankan bahwa pengalihan dana operasional BUMN yang boros ke program-program kerakyatan jauh lebih bermanfaat bagi masa depan Indonesia.

“Kita bisa bayangkan Rp50 triliun berapa puskesmas yang diperbaiki, berapa sekolah bisa renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa berikan,” pungkas Prabowo. (dam)

Editor : Damianus Bram
efisiensi prabowo Sidang Tahunan MPR RI bumn presiden prabowo subianto