SOLOBALAPAN, JAKARTA — Konten video milik selebgram Fahira Almira mengenai pengalamannya berobat ke Malaysia memicu kontroversi panas di media sosial.
Unggahan yang memuat curhatan dugaan salah diagnosis (misdiagnosa) penyakit usus buntu oleh rumah sakit di Indonesia tersebut kini dilaporkan ke Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin atas dugaan kampanye hitam (black campaign) terhadap pelayanan medis dalam negeri.
Narasi Misdiagnosa Usus Buntu dan Dugaan Promosi Merek
Isu ini mencuat setelah video unggahan Fahira mendadak viral di platform X pada Senin (10/8/2026).
Dalam video tersebut, Fahira mengaku sempat didiagnosis mengidap usus buntu oleh tiga rumah sakit di Indonesia dan disarankan untuk segera menjalani tindakan operasi.
Lantaran merasa ragu, ia memilih mencari pendapat kedua (second opinion) dengan memeriksakan diri ke salah satu rumah sakit di Penang, Malaysia.
Menurut klaim Fahira, hasil pemeriksaan di Penang justru menyatakan bahwa dirinya tidak mengidap usus buntu, melainkan hanya penumpukan kotoran di lambung yang dapat disembuhkan dengan mengonsumsi obat.
Kutipan Ungkapan Fahira Almira: "Ya Allah Alhamdulillah banget nggak jadi operasi, untuk aku periksa di Penang kalau nggak aku udah dioperasi kemarin," ucap Fahira dalam rekaman videonya.
Akan tetapi, konten tersebut panen kritik tajam warganet lantaran dinilai membangun narasi yang menyudutkan tenaga medis serta fasilitas kesehatan Indonesia.
Apalagi, Fahira turut menyematkan nama instansi rumah sakit di Penang serta merek produk obat yang ia konsumsi, sehingga memunculkan spekulasi adanya indikasi promosi terselubung (endorsement).
Respons Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menanggapi gelombang sorotan publik serta laporan warganet terkait video viral tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaku belum menyaksikan secara langsung tayangan video yang dimaksud.
Kendati demikian, pihak Kementerian Kesehatan berjanji akan segera menelusuri dan memeriksa konten tersebut.
Pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin: "Saya belum lihat, tapi nanti saya akan catat, nanti aku cari," ujar Budi saat memberikan tanggapan pada Selasa (11/8/2026).
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi atau klarifikasi resmi baik dari pihak Fahira Almira maupun rumah sakit di Penang terkait indikasi kerja sama komersial dalam pembuatan konten tersebut.
Tabel Pemetaan Kontroversi Konten Fahira Almira
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian kronologi, klaim, serta tanggapan resmi secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Kejadian |
| Sosok Terkait | Fahira Almira (Selebgram / Konten Kreator) |
| Isu Utama | Dugaan black campaign pelayanan medis RI & promosi RS Penang |
| Klaim Dideklarasikan | Divonis usus buntu di 3 RS Indonesia, namun dibantah oleh RS Penang |
| Pemicu Amarah | Narasi dinilai menyudutkan nakes RI & mencantumkan merek RS/Obat |
| Tanggapan Menkes | Budi Gunadi Sadikin berjanji akan mendalami & mengecek kontennya |
| Waktu Kejadian | Senin – Selasa, 10 – 11 Agustus 2026 |
| Status Endorsement | Belum ada konfirmasi resmi terkait indikasi kerja sama komersial |
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo