SOLOBALAPAN.COM – Kelanjutan kisah tukang cukur di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, yang sempat viral usai menolak memasang bendera dan mempertanyakan kemerdekaan Indonesia, memasuki babak baru.
Pria bernama Nurhidayat alias Apuy tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Meski telah melayangkan klarifikasi, gelombang pembelaan dari warganet di media sosial justru makin mengalir deras untuknya.
Dalam video klarifikasi terbaru yang beredar, Apuy tampil santai mengenakan kaus sembari memegang Bendera Merah Putih.
"Saya Nurhidayat atau Apuy selaku pengusaha pangkas rambut yang berada di Pasar Kambing, dengan ini menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka. Sebenarnya itu salah. Indonesia sudah merdeka. Merdeka!" ujar Apuy sembari tersenyum, Rabu (12/8/2026).
Warganet Sebut Tak Perlu Minta Maaf
Unggahan permohonan maaf tersebut langsung diserbu ribuan komentar dari masyarakat. Banyak netizen menilai Apuy tidak seharusnya meminta maaf hanya karena melontarkan pertanyaan reflektif mengenai kondisi ekonominya saat ditagih kewajiban memasang bendera oleh petugas kecamatan.
Sejumlah warganet melontarkan tanggapan bernada sindiran pedas, menyebut bahwa ucapan Apuy sejatinya merupakan cerminan nyata dari perasaan sebagian rakyat kecil.
"Kuduna nagara nu menta hampura can ngamerdekakeun rakyatna (Seharusnya negara yang meminta maaf karena belum bisa memerdekakan rakyatnya)," tulis akun @iqbal_ramm dalam bahasa Sunda.
Komentar senada dilontarkan oleh netizen lain yang merasa permohonan maaf tersebut tidak perlu dilakukan.
"Kenapa harus minta maaf? Padahal beliau secara tidak langsung mewakili perasaan jutaan rakyat Indonesia saat ini," timpal warganet lainnya di kolom komentar.
Awal Mula Perdebatan dengan Pegawai Kecamatan
Sebelumnya, nama Apuy mendadak tular (viral) setelah rekaman perdebatannya dengan jajaran aparat Kecamatan Rancabungur tersebar luas.
Dalam video pertama, seorang wanita yang disebut sebagai Camat Rancabungur tampak menyambangi tempat cukur Apuy dan memintanya membeli serta memasang bendera.
"Beli dong. Masa tidak sanggup beli. Saya sudah ngasih banyak," cetus wanita dalam video tersebut.
"Banyak apa?" jawab Apuy singkat.
Di video berikutnya, seorang pria yang diduga pegawai kecamatan kembali mendatangi lokasi dan mencecar alasan Apuy enggan mengibarkan Bendera Merah Putih.
"Alasan abang tidak pasang bendera apa? Ini kan sudah merdeka, abang disuruh pasang bendera sama Ibu Camat loh," ujar perekam.
"Kata siapa sudah merdeka?" sahut Apuy santai sambil terus beraktivitas.
Jawaban spontan itulah yang memantik perdebatan hangat di jagat maya, hingga akhirnya berujung pada video klarifikasi permohonan maaf dari sang pemilik pangkas rambut. (dam)
Editor : Damianus Bram