Sampaikan Maaf Usai Pakai Rompi Oranye, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Buka Suara

Damianus Bram • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:59 WIB
Bupati Pemalang Jawa Tengah Anom Widiyantoro dikawal menuju tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2930/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Bupati Pemalang Jawa Tengah Anom Widiyantoro dikawal menuju tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2930/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

SOLOBALAPAN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, untuk 20 hari pertama usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang, Jawa Tengah.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com di lokasi pada Kamis (30/7/2026) pagi, Anom keluar dari ruang pemeriksaan lantai dua Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan antirasuah serta tangan terikat borgol.

Saat diberondong pertanyaan oleh awak media, Anom sempat menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

Namun, ia tegas membantah tuduhan mengenai adanya praktik jual beli jabatan di instansi yang dipimpinnya.

"Enggak ada," kata Anom singkat sembari berjalan menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Selain Anom, KPK mengonfirmasi telah menetapkan tiga orang pihak lainnya sebagai tersangka.

Kendati demikian, identitas rincian ketiga tersangka tersebut masih disimpan hingga pengumuman resmi konferensi pers.

Baca Juga: Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ahmad Luthfi Gubernur Jateng Buka Suara Usai Bupati Pemalang Diamankan

Hasil OTT Ke-18 KPK di Tahun 2026: Sita Rp 2 Miliar

Penahanan ini merupakan buntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke-18 yang digelar KPK sepanjang tahun 2026.

Dalam operasi lintas wilayah pada Selasa (28/7/2026) malam tersebut, tim penindakan mengamankan total 21 orang dari tiga lokasi berbeda. 

Dalam OTT itu, KPK menangkap 5 orang di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan seorang di Purworejo. 

Dari 21 orang yang terjaring, 12 orang di antaranya—termasuk Bupati Anom Widiyantoro—diboyong ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Dalam operasi kedap tersebut, penyidik KPK berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 2 miliar yang diduga berkaitan dengan komitmen fee proyek dan suap jabatan.

Pemeriksaan Istri Bupati dan Penyegelan Aset

Lingkaran kasus ini turut menyasar keluarga inti bupati. Tim penindakan diketahui turut mengamankan istri sang bupati, dr. Noor Faizah Maenofi.

Ia dijemput petugas dari rumah dinas Bupati Pemalang pada Rabu (29/7/2026) dini hari pukul 01.40 WIB untuk diperiksa sebagai saksi.

Guna mengamankan lokasi dan rekam jejak barang bukti, penyidik KPK telah memasang garis segel di ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemkab Pemalang serta dua unit rumah mewah di Kompleks Perumahan Mutiara Residence, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang. (dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : jawapos.com
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ott kpk