Solo Anggrek Festival 2026 Suguhkan Koleksi Bernilai Fantastis, Harga Jual Tembus Puluhan Juta

Anmer Jilvandis • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:12 WIB
Bulbophyllum phalaenopsis salah satu koleksi bernilai tinggi di Solo Anggrek Festival 2026. (Anmer Jilvandis)
Bulbophyllum phalaenopsis salah satu koleksi bernilai tinggi di Solo Anggrek Festival 2026. (Anmer Jilvandis)

SOLOBALAPAN.COM - Solo Anggrek Festival 2026 kembali digelar di Loji Gandrung pada 18–26 Juli 2026. Selama sembilan hari penyelenggaraan, festival ini menghadirkan ratusan koleksi anggrek dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari spesies lokal hingga anggrek hasil persilangan. 

Di balik keindahan bunga-bunga anggrek yang dipamerkan, terdapat satu koleksi yang menarik perhatian. Bukan karena warna bunganya yang mencolok, melainkan karena banderol harganya yang mencapai Rp35 juta. Anggrek tersebut merupakan Bulbophyllum phalaenopsis, yang dikenal  memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebanyakan jenis anggrek lainnya.

Pemilik tanaman, Alex, mengatakan harga Bulbophyllum phalaenopsis tidak ditentukan oleh keindahan tampilannya semata. Ada sejumlah faktor yang membuat spesies ini memiliki nilai jual hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Pecinta Bunga Jangan Lewatkan Solo Anggrek Festival 2026 di Loji Gandrung, Momen Pas Tambah Koleksi

"Anggrek ini menjadi mahal karena kelangkaannya, Habitatnya hanya ada di satu daerah yaitu Jayapura," ujarnya.

Alex menjelaskan, Bulbophyllum phalaenopsis merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di wilayah Jayapura, Papua. Meskipun Papua memiliki wilayah yang luas, persebaran anggrek ini sangat terbatas sehingga populasinya tidak sebanyak spesies lain. 

Tak hanya faktor kelangkaan, lamanya proses pertumbuhan juga menjadi salah satu alasan yang memengaruhi harga jualnya. Alex mengaku tanaman yang dipamerkannya baru mencapai ukuran seperti sekarang setelah dirawat selama bertahun-tahun.

Baca Juga: KA Argo Bromo Anggrek, Kereta Legendaris Andalan Jalur Pantura

"Ini umurnya di saya sudah sekitar tujuh tahun," katanya. 

Di balik harga yang fantastis, Bulbophyllum phalaenopsis tidak membutuhkan perlakuan khusus dalam perawatannya.

"Kalau jenis ini sukanya ditaruh di tempat yang lembap. Yang penting media tanam dan kelembapannya dijaga," ujar alex.

Salah satu keunikan Bulbophyllum phalaenopsis terletak pada ukuran daunnya yang jauh lebih besar dibandingkan kebanyakan jenis anggrek lainnya. Daya tarik utama anggrek ini bukan terletak pada bunganya, melainkan pada daunnya yang menjadi ciri khas spesies tersebut.

"Yang eksotis itu daunnya. Daunnya bisa panjang sampai 2,5 meter dan lebarnya sekitar 50 sampai 60 sentimeter," jelas Alex.

Meski demikian, anggrek ini tetap menghasilkan bunga yang berwarna merah. Namun, bunga tersebut hanya muncul sekali dalam setahun, biasanya pada bulan Desember, dengan masa mekar sekitar tiga minggu. Karena periode berbunga yang singkat, para kolektor lebih banyak mengapresiasi keunikan bentuk daun dibandingkan bunganya.

Menurut Alex, anggrek ini umumnya dibeli oleh para kolektor yang mencari spesies langka untuk melengkapi koleksi mereka. Kelangkaan spesies serta karakteristiknya yang berbeda membuat anggrek ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan pecinta anggrek.

Kehadiran Bulbophyllum phalaenopsis menjadi salah satu daya tarik Solo Anggrek Festival 2026. Melalui koleksi anggrek tersebut, pengunjung tidak hanya disuguhkan keindahan tanaman hias, tetapi juga mendapat gambaran mengenai kekayaan spesies anggrek Indonesia yang memiliki karakteristik, tingkat kelangkaan, dan nilai ekonomi yang berbeda-beda.

Editor : Kabun Triyatno
Bulbophyllum phalaenopsis tanaman festival anggrek solo