SOLOBALAPAN, NASIONAL — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, akhirnya angkat bicara demi merespons isu miring terkait mutasi massal yang menimpa lebih dari 100 pegawai di lingkungan kementeriannya.
Rumor miring tersebut mencuat ke publik dan viral di media sosial setelah bocornya sebuah dokumen internal yang memuat nama istri dan anak sang menteri dalam daftar delegasi kunjungan kerja (kunker) ke Amerika Serikat (AS).
Dody menegaskan bahwa kebijakan mutasi jabatan atau rotasi posisi merupakan hal yang sepenuhnya lumrah serta biasa terjadi dalam dinamika sebuah organisasi kelembagaan.
Terlebih, institusi Kementerian PU mengelola basis sumber daya manusia yang sangat besar di tingkat nasional.
Bantahan Keras Keterkaitan Mutasi dengan Kebocoran Surat
Menteri PU menepis dengan keras tudingan netizen yang mengaitkan kebijakan rotasi pegawai tersebut sebagai tindakan reaktif atau bentuk sanksi akibat bocornya Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PU Nomor HL04/T/SJ/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026.
Surat tersebut diketahui tersebar luas setelah diunggah oleh akun X @bilbiils_.
Dokumen yang bocor itu berisikan daftar delegasi resmi kunker Menteri PU ke New York, AS, dalam rangka menghadiri agenda High-Level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda yang berlangsung pada 13-19 Juli 2026.
Di dalam daftar tersebut, tercantum nama istri menteri, Irma Hermawati, serta putri menteri, Aurellia Tsabitha Meidirama, yang sontak memicu pertanyaan publik mengenai urgensi dan sumber pendanaannya.
Pernyataan Tegas Menteri Dody Hanggodo: "Mutasi, mutasi kan biasa saja. Orang pegawai gue 38.600, masa enggak boleh mutasi? Ah, enggak ada, enggak ada itu mah (keterkaitan dengan dokumen kunker yang bocor)," sanggah Dody secara langsung saat dimintai keterangan.
Tabel Pemetaan Fakta, Dokumen Leaks, dan Klarifikasi Kementerian PU
Guna memberikan pemetaan informasi yang transparan, rapi, dan mudah dipahami terkait polemik yang tengah bergulir di Kementerian PU, berikut adalah rangkuman datanya:
| Komponen Sorotan | Isi Dokumen / Narasi Viral | Fakta Lapangan & Klarifikasi Resmi |
| Subjek Kebijakan | Isu pemindahan tugas/mutasi >100 pegawai PU | Murni rotasi organisasi berkala untuk penyegaran internal. |
| Total Anggota Instansi | Dikaitkan dengan jumlah korban mutasi massal | Kementerian PU mengelola total 38.600 pegawai secara nasional. |
| Nomor Surat Bocor | HL04/T/SJ/2026/81 (Tertanggal 29 Juni 2026) | Surat resmi dinas yang memuat daftar rombongan kunker ke AS. |
| Identitas Keluarga | Irma Hermawati (Istri) & Aurellia Tsabitha (Anak) | Terdaftar sebagai pendamping resmi Menteri PU ke New York. |
| Agenda Kunker AS | High-Level Meeting New Urban Agenda (13-19 Juli 2026) | Pertemuan tingkat tinggi multilateral mengenai isu perkotaan. |
| Sumber Pembiayaan | Dicurigai membebani anggaran negara (APBN) | Dipastikan tidak menggunakan APBN, melainkan dana pribadi. |
Sekjen Pastikan Keberangkatan Rombongan Keluarga Pakai Dana Pribadi
Sebelum Menteri Dody memberikan pernyataan, pihak internal kementerian melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PU, Apri Artoto, sudah lebih dulu memberikan klarifikasi resmi pada Selasa (7/7/2026) di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan.
Apri menegaskan dan menjamin bahwa keikutsertaan anggota keluarga inti Menteri PU dalam perjalanan dinas internasional ke Amerika Serikat tersebut sama sekali tidak menyentuh atau menggunakan sepeser pun alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Manajemen memastikan seluruh biaya akomodasi, tiket pesawat, hingga biaya hidup mandiri dari istri dan anak menteri ditanggung sepenuhnya menggunakan kantong dana pribadi keluarga yang bersangkutan, sehingga tidak ada indikasi kerugian keuangan negara dalam pelaksanaan kunker tersebut.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo