Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Tempoe Doeloe Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral Video Lokasi Kopdes Sidodadi Malang di Tepi Telaga Tanpa Akses Jalan, Ini Klarifikasi Kepala Desa

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 15 Juli 2026 | 16:35 WIB
Kopdes Sidodadi Malang.
Kopdes Sidodadi Malang.

SOLOBALAPAN, VIRAL — Sebuah unggahan video di media sosial mendadak viral setelah menarasikan bangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, berdiri terisolasi di pinggir sungai tanpa adanya akses jalan.

Menanggapi polemik digital tersebut, Kepala Desa Sidodadi, Soelan, angkat bicara dan menegaskan bahwa narasi dalam video yang beredar sama sekali tidak sesuai dengan fakta riil di lapangan.

Soelan meluruskan bahwa sudut pengambilan video yang sengaja diambil dari seberang telaga telah menggiring opini negatif netizen.

Akibatnya, muncul kesan ekstrem seolah-olah masyarakat harus menggunakan perahu untuk menjangkau koperasi desa tersebut.

Sudut Pandang Video Menyesatkan, Akses Jalan 4 Meter Sudah Tersedia

Pihak pemerintah desa menyatakan tidak mungkin melakukan pembangunan fasilitas publik tanpa memikirkan aksesibilitasnya sejak awal.

Baca Juga: Viral Curhatan Diduga Eks Peserta Latsarmil Kopdes Kemenhan: Tidur 3 Jam hingga Krisis Air Minum

Proses mobilisasi material bangunan yang padat saja sudah menjadi bukti konkret bahwa jalur transportasi ke lokasi tersebut berfungsi dengan baik.

Sebenarnya, di sisi sebelah kiri telaga, pihak desa telah menyediakan jalur masuk yang memadai. Akses masuk dari jalan protokol menuju ke gerai KDMP memiliki panjang kurang lebih 20 meter dengan lebar mencapai 4 meter.

Namun, pembuat video viral tersebut secara sengaja mengeliminasi bagian akses jalan ini dari rekaman kameranya.

Klarifikasi Tegas Kades Sidodadi: "Kami membangun KDMP kalau enggak ada akses ya enggak mungkin. Kan kalau kita membangun, jika tidak ada akses, bagaimana untuk memasukkan materialnya? Dia (pembuat video) mengambil video dari seberang telaga, sedangkan akses masuk ada di sebelah kiri telaga. Ya enggak mungkinlah yang beli harus naik perahu dulu," jelas Soelan secara gamblang pada Rabu (15/7/2026).

Tabel Pemetaan Fakta, Rencana Infrastruktur, dan Progres Gerai KDMP Sidodadi

Guna memberikan pemetaan informasi yang transparan, rapi, dan mudah dipahami oleh publik demi menangkal disinformasi, berikut adalah rangkuman data teknis di lapangan:

Aspek Pengawasan Narasi Viral / Tudingan Medsos Fakta Lapangan & Rencana Desa
Aksesibilitas Jalan Diklaim terisolasi tanpa akses jalan masuk Tersedia jalan selebar 4 meter dengan panjang 20 meter di kiri telaga.
Pertimbangan Lokasi Dinilai tidak strategis di tepi perairan Berada tepat di tengah permukiman padat dan ramai penduduk Desa Sidodadi.
Progres Pembangunan Diasumsikan bermasalah Sudah mencapai 98 persen, tinggal tahap akhir (finishing) interior dan rak.
Konektivitas Masa Depan Pembeli dianggap kesulitan melintas Akan dibangun jembatan gantung yang menghubungkan langsung ke jalan raya.
Mitigasi Keamanan Dinilai rawan bagi pengunjung Pihak desa siap memasang pagar pengaman kokoh di sekeliling telaga.
Potensi Sektor Ekonomi Dianggap membuang anggaran pengurukan Diproyeksikan menjadi rest area utama wisatawan Pantai Bajulmati (jarak 5 km).

Proyeksi Rest Area Wisatawan dan Integrasi Jembatan Gantung

Pilihan untuk membangun gerai KDMP di kawasan telaga diakui Soelan telah melalui kalkulasi yang matang oleh pihak internal desa.

Walaupun struktur tanah di tepi telaga membutuhkan biaya investasi yang cukup besar untuk proses pengurukan, lokasi ini dinilai menjadi titik paling strategis karena berada di pusat keramaian domestik warga.

Selain dekat dengan rumah penduduk, titik koordinat gerai ini hanya berjarak kurang lebih lima kilometer dari destinasi wisata populer Pantai Bajulmati.

Peluang emas inilah yang dibidik oleh pemerintah desa agar kelak gerai KDMP bisa menjadi salah satu pusat oleh-oleh dan tempat singgah (jujugan) favorit bagi para wisatawan luar daerah.

Rencananya, setelah proses pembangunan fisik gerai rampung 100 persen dan diserahterimakan secara resmi oleh PT Agrinas, pemerintah desa akan langsung mengeksekusi pembangunan jembatan gantung penghubung.

Jembatan tersebut didesain secara kokoh agar para pembeli yang membawa kendaraan roda empat dapat menyeberangi telaga menuju gerai dengan mudah, aman, dan cepat. Tak lupa, aspek keamanan balita juga diantisipasi lewat rencana pemasangan pagar pelindung di sepanjang bibir air.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Kopdes Sidodadi Malang Telaga viral video klarifikasi